Deddy Sitorus Minta Pemerintah Berikan Perhatian Pada Yokomina di Tiongkok

Kondisi Yokomina, Mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara yang saat ini terbaring sakit di sebuah Rumah Sakit di Tiongkok cukup memprihatinkan. Pasalnya, remaja putri yang yang saat ini melanjutkan pendidikan di Jiangsu Agri-Animal Vocational College, Tiongkok tersebut terancam tak bisa meninggalkan Rumah Sakit sebelum biaya pengobatan dibayar.

Sebagaimana dilansir dari Radar Tarakan, Rabu (29/5/2019), Azroy Bahri  rekan Yakomina kuliah di Tiongkok menjelaskan, Yakomina menderita TBC, pneumonia dan infeksi paru-paru, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hanya saja yang menjadi kendala, Yakomina kekurangan biaya pengobatan sekira 100.000 RMB atau sebanyak Rp 20 juta.

Diceritakan oleh Azroy, pada 3 April 2019 Yakomina meminta izin kepada teman kelasnya untuk dipulangkan. Atas saran dari wali kelas sebelum dipulangkan ingin mengecek kesehatan Yakomina, karena terlihat sangat lemah.

Pada hari itu Yakomina masuk rumah sakit, langsung dilakukan rawat inap selama 3 hari. Setelah itu pada 6 April 2019 harus dipindahkan ke rumah sakit lain, dilakukan rawat ICU selama 4 hari karena dalam kondisi kritis.

“Pada 9 April 2019, Yakomina dipindahkan lagi ke rumah sakit lain, karena dua rumah sakit tersebut lumayan mahal biaya yang harus dibayar,” ujarnya.

Yakomina masih terbaring di rumah sakit, namun kondisi kesehatan Yakomina saat ini sedikit membaik dari yang sebelumnya, detak jantungnya mulai normal dan  bisa berbicara serta duduk.

Beberapa pekan lalu Yakomina tidak diberikan obat dikarenakan biaya yang sudah tidak ada. Selama di rumah sakit semua biaya ditanggung oleh pihak sekolah. Namun hingga saat ini masih terhitung utang Yakomina.

Dijelaskan, sistem rumah sakit di Tiongkok, jika ingin keluar harus melunasi semua utang yang ada, namun dikarenakan tidak dapat melunasi semua utangnya. Maka Yakomina masih tetap ditahan di rumah sakit. Selain itu, penyakit Yakomina adalah penyakit menular sehingga tidak bisa membeli tiket pesawat.

Kebijakan pemerintah Tiongkok, apabila memiliki penyakit menular tidak dizinkan menaiki pesawat. Pihak sekolah kehabisan cara, untuk itu meminta kepada mahasiswa Indonesia di Tiongkok, untuk meminta bantuan kepada pihak KJRI.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PDI Perjuangan akan mengupayakan agar Pemerintah segera turun tangan menangani hal ini. Caleg DPR RI peraih suara terbanyak di Kalimantan Utara tersebut menyatakan akan membucarakan hal ini dengan lembaga terkait.

“Bahkan bila perlu saya akan bicarakan kepada Presiden karena selain menyangkut sisi Kemanusiaan, kasus Yokomina ini juga merupakan harga diri bangsa,” tegas pria yang juga sebagai salah satu anggota TKN Jokowi-Maruf ini.

Lebih lanjut Deddy mengungkapkan bahwa saat ini generasi muda di Perbatasan tengah dituntut untuk dapat menjadi generasi terdepan yang berdaya saing. Sehingga pelajar-pelajar seperti Yokomina ini seharunya lebih diperhatikan. Apalagi menurutnya, dalam UUD 1945 pasal 31 jelas menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban untuk mendorong terciptanya generasi bangsa yang tangguh melalui Pendidikan.

“Maka dari itu Pemerintah melalui Kedubes RI untuk Tiongkok harus tanggung jawab dengan kondisi mahasiswi kita yang sakit tersebut. Tapi kita juga akan terus berupaya agar adik kita Yakomina tersebut secpatnya keluar dari Rumah Sakit di sana. Intinya, saya tak akan tinggal diam,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR