Dedy Mawardi Dilaporkan Eggy Sudjana: Kalau Tidak Salah Kenapa Takut

/
/

Dedy Mawardi dilaporkan Eggy Sudjana melalui pengacaranya ke Bareskrim Polri, dengan tuduhan melanggar Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dedy Mawardi dilaporkan karena menyatakan bahwa Eggy Sudjana wajib diperiksa oleh polisi karena terkait dengan kasus Saracen, di sebuah media online.

Menyikapi adanya pelaporan tersebut, Dedy menjelaskan bahwa pernyataannya, yang dipersoalkan oleh Eggy, adalah pernyataan mendukung upaya polisi mengusut kasus menebar kebohongan dan mempertentangkan SARA yang dilakukan oleh kelompok Saracen. Dan dalam struktur organisasi Saracen, disebut nama Eggy Sudjana, sebagai dewan penasehat Saracen. Dedy lalu menyatakan bahwa dirinya siap untuk menghadapi laporan polisi Eggy Sudjana tersebut.

“Saya sampaikan kembali bahwa Insya Allah saya siap lahir batin untuk menghadapi laporan itu. Sebaliknya Eggi Sudjana juga jangan menolak jika dipanggil oleh Polisi,” ujar Dedy Mawardi kepada indeksberita.com hari ini (29/8/2017

Dedy juga tidak percaya bahwa kasus Saracen adalah rekayasa untuk melakukan kriminalisasi terhadap seseorang. Dan ia juga menolak adanya pandangan bahwa penangkapan terhadap kelompok ini sebagai upaya memberangus perbedaan pandangan politik.

“Menurut saya, kasus Saracen itu tidak ada kaitan sama sekali dengan soal diskriminasi atau kriminalisasi seseorang atau kelompok tertentu karena pandangan dan sikap politiknya yang berbeda dengan Pemerintah. Bahkan saya keberatan nama besar Bapak Prabowo Subiyanto diseret-seret oleh Eggi Sudjana dalam kasus ini,” jelasnya.

Kasus Saracen ini bagi Deddy, memang bukan kejahatan biasa tapi sudah kejahatan luar biasa atas humanity (martabat manusia). Ia yakin, jika kasus ini dibiarkan, akan berdampak luar biasa buruknya bagi perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara NKRI.

“Sebagai anak bangsa saya berkewajiban untuk menjaga perdamaian, keutuhan bangsa dan negara NKRI dari ulah sekelompok orang yang menyebarkan berita HOAX yang mengandung konten SARA melalui media sosial. Sikap saya sebagai anak bangsa itu tak akan kendur karena adanya laporan Eggi Sudjana,” tegasnya.

Dedy menegaskan, ia tak akan menarik dukungannya kepada Kapolri untuk membongkar habis kasus Saracen ini. Bahkan ia juga akan apresiasi Eggi jika mau menyelesaikan masalah ini secara hukum, walaupun menurutnya, publik tau bahwa Eggi sedang pake jurus hukum untuk berkelit dari dugaan terlibat di Saracen.

Jika Eggi berani melaporkan saya maka sebaliknya saya minta kepada Eggi untuk berani juga mematuhi proses hukum yg tengah dilakukan oleh pihak Polri. Kenapa takut dipanggil polisi kalau tidak bersalah. Saya akan datang memenuhi panggilan polisi karena saya merasa tidak ada yang salah dengan ucapan saya mendukung Kapolri membongkar habis kasus Saracen ini,” tandasnya.

Kemarin, pengacara Eggy Sudjana, Razman Arief menjelaskan bahwa ia atas kuasa dari kliennya telah melaporkan pimpinan Saracen Jasriadi, Ketua Bidang Hukum Seknas Jokowi, Dedy Mawardi dan Sunny Tanuwidjaja ke Bareskrim Mabes Polri. Razman lalu menunjukan berkas laporannya kepada para wartawan, yang menunjukan laporan tersebut bernomor: TBL/579/VII/2017/Bareskrim.

Terkait dengan laporannya terhadap Dedy Mawardi, Razman menjelaskan bahwa hal tersebut terkait dengan pernyataan Dedy di media online, yang menyebut Eggi wajib diperiksa.

“Kalau Dedy Mawardi dilaporkan karena diduga menyebut Eggy wajib diperiksa oleh polisi karena terkait dengan kasus Saracen,” urai Razman kemarin, kepada para awak media di Mabes Polri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR