Delegasi Sosek Malindo Kaltara dan Sabah Malaysia Tinjau Pembangunan PLBN di Wilayah Kabudaya Nunukan

Foto: istimewa

Tim Delegasi Sosek Malindo Kalimantan Utara Indonesia dan Sabah Malaysia melakukan tinjauan lapangan di lokasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang terdapat di Labang, Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (18/7/2017).

Ketua Sosek Malindo Kalimantan Utara, Frederik Elia, mengatakan bahwa kunjungan ke lokasi ini merupakan tindaklanjut atas kesepakatan pertemuan Sosek Malindo di Lombok pada Maret 2017.

Ia juga berharap dengan dibukanya nanti PLBN di Lumbis Ogong yang merupakan salah satu pintu Internasional di Wilayah Kabudaya Kabupaten Nunukan.

“Ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan baik Indonesia dan Sabah,” ungkap Kepala Bapeda Provinsi Kaltara ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tinjauan lokasi ini adalah tahap awal yang akan dibahas secara Internal oleh pemerintah Indonesia untuk ke tahap pembangunan.

Senada, Ketua Sosek Malindo Sabah Malaysia, Datuk Rodzi bin Md Saad, mengatakan bahwa kesepakatan kedua negara diharapkan membawa faidah yang baik bagi masyarakat tempatan di sempadan negara.

“Kami sudah mulai membangun satu tahun yang lalu di Kampung Bantul Sabah dan beberapa tahun kedepan akan terus dikembangkan dan dilengkapi sebagaimana sudah menjadi standar Internasional,” kata Datuk Rodzi.

“Kami berharap pemerintah Indonesia bisa mempercepat pembangunan CIQS (Custom, Imigration, Quarantine, Security -red)sebagaimana telah disepakati bersama di tapak yang telah kita lihat bersama tadi dan kalau kami punya (Sabah-Malaysia, red) tapaknya adalah pada tempat kita bersama tama saat ini,” kata Ketua Pengarah Majelis Keselamatan Negari Sabah Pada Jabatan Perdana Menteri Malaysia tersebut.

Sementara itu Wakil Ketua Menteri Pambangunan Infrastruktur Sabah, Datuk Bobby Suan mengatakan bahwa bagi Kerajaan Malaysia tidak ada pilihan kecuali membangun CIQS di Bantul. Menurutnya hal itu merupakan upaya untuk menaikan taraf kaum murut di sempadan sebelah Sabah.

“Dengan dibukanya jalur internasional ini rakyat yang ada di sempadan semakin maju cukup. Kaum murut Sabah dan mungkin juga di Indonesia merasakan kemiskinan dan keterbelakangan. Saatnya kita membangun mereka karena mereka adalah pilar-pilar hidup yang sudah menjaga sempadan kita dengan aman, damai karena kami di sempadan ini satu suku dan bahasa,” ujar Bobby yang juga anggota Parlemen Sabah ini.

Tim Delegasi Sosek Malindo Kalimantan Utara Indonesia berjumlah 53 Orang yang berasal dari berbagai instansi yaitu Kepala Bapeda Kaltara sekaligus ketua Tim Sosek Malindo Kaltara, Asdep Potensi Pebatasan BNPP, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu dan Tawau, Kepala Biro Perbatasan Kaltara, Asisten Pembangunan Kab. Nunukan, Kadis Kominfo Nunukan, Kabag Perbatasan Nunukan, Kepala Beacukai Tarakan, Kepala Beacukai Beacukai Nunukan, Kasitar Korem 091, Danyon Pamtas 611 Awang Long, dan Pemuda Penjaga Perbatasan RI.

Sedangkan Tim Delegasi Sabah Malaysia berjumlah 85 orang dari berbagai Jawatan (Instansi) di antaranya Wakil Ketua Menteri Pambangunan Infrastruktur Sabah Datuk Bobby Suan merangkap Anggota Parlemen Sabah, Ketua Pengarah Keselamatan Negeri Sabah pada Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Kepala Kastam Sabah, Kepala Imigrasi Sabah, Kepala Militer Wilayah Sabah, Majelis Pengarah PDRM Sabah, Kepala Inteligen Sabah, Kepala Jupem Sabah (Trofografi), Pengarah Daerah Nabawan, Jabatan Kesehatan Sabah, dan Jabatan Hewan Sabah.

Pertemuan antara kedua delegasi berlangsung di dua tempat yakni di Bangsal Desa Sumantipal Labang dan selanjutnya di CIQS Kasam Bantul Sabah, dilanjutkan dengan jamuan makan oleh pihak Malaysia.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR