Demo Besar Menolak Wahabi, Lalin Kota Bogor Macet Total

Demo besar menolak Wahabi hari Selasa (29/8/2017) di halaman Balai Kota Bogor

BOGOR – Aksi damai dengan isu sentral tolak Wahabi yang menuntut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tempat ibadah di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Bantarjati,  Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dicabut, Selasa (29/8/2017) siang tadi berakhir tanpa kericuhan. Demo besar menolak Wahabi yang melibatkan ribuan massa tersebut direncanakan pada Kamis (24/8/2017) lalu di rumah Koordiantor Aksi, Dado, Jalan Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara.

Pengunjuk rasa mendesak walikota agar meninjau kembali IMB yang sudah dikeluarkan terkait pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hambal yang disebutnya sebagai tempat perkumpulan Wahabi.

Massa bertolak dari tiga titik yakni Makam Raden Kan’an, Kelurahan Tanahbaru untuk menunggu bergabungnya pengunjuk rasa dari Cibinong dan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Selanjutnya, titik kumpul juga berada di Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur bersama para jamaah yang berasal dari wilayah Cianjur, Ciawi, dan Sukabumi. Titik selanjutnya di Empang, Kecamatan Bogor Selatan, sebagai lokasi pemberangkatan pengunjuk rasa asal Kota Bogor, juga dari wilayah Ciapus, Leuwiliang hingga Ciomas, Kabupaten Bogor.

Sekitar pukul 08.30 WIB, pengunjuk rasa dari tiga lokasi bergerak pada waktu yang sama dengan melakukan long march menuju Balaikota Bogor. Pantauan media online ini, akibat demo tersebut, ruas jalan di sekeliling Kebun Raya, Istana Kepresidenan dan Balai Kota Bogor terjadi kemacetan sepanjang 5 kilometer.

Dari arah Tugu Kujang ke Balaikota Bogor yang biasanya bisa ditempuh 3 menit, menggunakan sepeda motor karena terhalang macet menjadi 1 jam.  Sedangkan bagi kendaraan roda 4 yang biasanya ditempuh 15 menit, jadi 1.5 jam. Antrean kendaraan nampak di beberapa ruas seperti Jalan Ir H Djuanda, Jalak Hatupat, Kapten Muslihat, hingga Jalan Sudirman.

“Waduh, kemacetan luar biasa sampai 5 kilometer. Kendaraan saya sama sekali tidak bergerak,” keluh Rahmat (35), pengemudi truk dari arah Ir H Djuanda menuju Jalan Pajajaran kepada indeksberita.com.

Akibat banyaknya massa di balai kota, kepadatan kendataan juga berimbas hingga Jalan Sudirman dan Jalam Jalak Harupat. Beberapa pengendara mengeluh dengan adanya kemacetan panjang, sehingga membuat para pengendara jadi telat menuju tempat tujuan.

“Saya lupa ada demo besar-besaran di Balai Kota Bogor,” keluh Latif (48) salah seorang pengendara motor.

Terpisah, di Balaikota Bogor, Jalan Djuanda, para pengunjuk rasa melakukan orasi menggunakan pengeras suara yang diletakkan di atas mobil. Ada satu tuntutan yang mereka serukan ke Walikota Bogor Bima Arya yakni meminta IMB pembangunan  masjid dicabut. Masjid yang mereka permasalahkan berada di Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Bogor. Selain melakukan orasi, massa ini juga mengumandangkan shalawat.

Akhirnya, Bima pun datang menemui massa. Di depan massa dari Kota Bogor, Cibinong, Cianjur dan Sukabumi ini, Bima meluluskan permintaan pengunjuk rasa untuk membekukan IMB Masjid Ahmad bin Hambal di Tanahbaru. Bima juga akan menghentikan sementara renovasi masjid itu yang dituding pendemo sebagai masjid Wahabi.

Sebagai informasi, sebelumnya, Senin (7/8/2017) lalu, ratusan warga yang bermukim di wilayah Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mendatangi lokasi pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Jalan Pandu Raya. Mereka menolak pembangunan masjid karena dinilai meresahkan warga sekitar.

Salah satu warga, Anwar (40) mengatakan, warga pada umumnya menolak keberadaan masjid itu yang dianggap sebagai tempat ibadah bagi jemaah aliran Wahabi. Warga pun menolak karena dapat mengacaukan persatuan umat Islam.

“Dulu, sempat dibangun tapi ditolak dan pembangunan dihentikan. Sekarang mau dibangun lagi karena sudah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkot Bogor,” tukasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR