Desa Penghasil Garam Gunung di Krayan Sudah Bisa Menikmati Listrik

Pengolahan Garam Gunung di Desa Long Midang, Krayan, Nunukan, Kalimatan Utara.

Warga Desa penghasil garam gunung ini patut berbahagia, pasalnya bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Long Midang Kecamatan Krayan sudah bisa menikmati listrik di wilayahnya. Sebelumnya, Desa Long Midang sejak sekian lama berada dalam ketertinggalan, termasuk dalam hal penerangan.

Sebagaimana diketahui, pada 16 Agustus 2019 lalu, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid didampingi didampingi General Manager PLN Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Joko Dwiyatno, melakukan simbolisasi penyalaan kWH meter pos gabungan pengamanan untuk desa tersebut. Turut hadir dalam penyalaan itu Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Fitri Zulfahmi, Danyonif Raider Modang Satgas Pamtas Mayor (Inf) Ronald Wahyudi, Camat Krayan yang juga disaksikan oleh masyarakat serta Tentara Diraja Malaysia (TDM) yang bertugas di pos gabungan tersebut.

Long Midang adalah salah satu Desa yang fenomenal di Indonesia. Pasalnya, di desa tersebut terdapat pengelolahan garam yang dapat dikonsumsi layaknya garam hasil olahan air laut. Belum ada sumber pasti, kapan pertama kali garam yang diolah dari mata air ini dibuat dan dikonsumsi.

Catatan etno-historis menyebut garam merupakan salah satu komoditas yang paling berharga serta mampu diperdagangkan dari wilayah ini. Garam merupakan sebuah produk yang sangat murah di pedalaman, dan pada zaman dahulu satu balok garam dapat ditukarkan dengan pedang logam tradisional (parang) di apo kayan.

Terlepas dari kapan pertama kali diproduksi, yang pasti saat ini garam gunung dari Krayan ini sangat digemari bukan hanya oleh masyarakat setempat, tapi juga jadi pelengkap makanan favorit di Malaysia dan Brunei Darusalam.

Ketika dikonfirmasi mengenai Desa Long Midang yang kini dapat pengalian Listrik, Laura sendri menyampaikan apresiasi terhadap PT PLN atas komitmennya untuk menerangi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan tetangga Malaysia. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk kerja nyata terangi nusantara hingga ke pelosok negeri.

“Meski banyak hambatan untuk mewujudkan pembangunan kelistrikan di wilayah Krayan namun PLN berhasil mengalirkan listrik di wilayah perbatasan,” ungkapnya, Rabu (21/8/2019).

Selain komitmen dari PT PLN, dukungan pemerintah kabupaten hingga seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintah dalam mewujudkan program kelistrikan hingga desa dapat direalisasikan dengan tepat waktu. Sehingga saat ini di Desa Long Midang aliran listrik dapat dinikmati dalam 24 jam.

Laura berharap untuk di daerah – daerah yang belum teraliri listrik juga dapat menjadi perhatian dari PT PLN untuk dapat membangun infrastruktur listrik khususnya di daerah pedesaan seperti di kecamatan Sei Menggaris, Sembakung, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sebuku yang belum menikmati listrik hingga saat ini.

“Dengan tersalurkannya listrik 24 jam di daerah pedesaan akan membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” ujarnya.

Sementara General Manager PLN Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Joko Dwiyatno mengakui untuk mengaliri listrik diwilayah perbatasan di Desa Long Midang cukup sulit dikarenakan pengiriman peralatan dan material kelistrikan tidak dapat dilakukan dengan transportasi darat dalam negeri, sehingga PT PLN melakukan pengiriman melalui Malaysia.

“Kita kirim material dari Berau ke Nunukan kemudian ke Tawau Malaysia dan dikirim melalui darat menuju Bakalalan daerah Serawak Malysia,” ungkapnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR