Setelah Diberhentikan, Menteri BUMN Tunjuk Edi Sukmoro Kembali Menjadi Dirut PT KAI

Foto Edi Sukmoro. Menteri BUMN mengangkat Edi Sukmoro Kembali Menjadi Dirut PT KAI (Foto Dokumen)

Melalui SK-18/MBU/01/2018 tentang Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengangkat Edi Sukmoro kembali menjadi Dirut PT KAI. SK tersebut diserahkan kepada Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/1/2018).

Padahal sebelumnya Menteri BUMN sempat memberhentikan secara Edi Kumoro dari jabatan tersebut dan menunujuk Edi sebagai Direktur Logistik dan Pengembangan Perusahaan, setelah masa jabatannya sebagai Dirut PT KAI berakhir. Hal itu tertuang dalam penyerahan Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor: SK-10/MBU/01/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia.

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima indeksberita.com, Selasa (16/1/2018), Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra membenarkan pengangkatan kembali Edi Sukmoro sebagai Dirut PT KAI.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Utama dan meningkatkan efektivitas jalannya kepengurusan perusahaan,” ujar Hambra dalam rilisnya.

Adapun nama-nama pejabat yang dialih fungsikan tugasnya oleh Menteri BUMN dalam kepengurusan anggota Direksi PT.KAI sebagai berikut:
1. Edi Sukmoro yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-18/MBU/01/2018 tanggal 15 Januari 2018 semula sebagai Direktur Logistik dan Pengembangan Perusahaan Perseroan (Parsero) PT Kereta Api Indonesia menjadi Direktur Utama perusahaan Perseroan (Persero) PT KAI, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara tersebut.

2. Bambang Eko Martoni yang diangkat berdasarkan Keputusan Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-363/MBU/01/2018 tanggal 29 September 2013 jo Nomor : SK-10/MBU/01/2018 tanggal 15 Januari 2018 semula Direktur Keselamatan dan Keamanan perusahaan Perseroan (Persero) PT KAI, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara tersebut.

3. Apriyono Wedi Chresnanto yang diangkat berdasarkan Keputusan Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-21/MBU/01/2016 tanggal 15 Januari 2016 jo Nomor : SK-10/MBU/01/2018 tanggal 15 Januari 2018 semula Direktur SDM dan Umum Perusahaan Perseroan (Persero) PT KAI menjadi Direktur Keselamatan dan Keamanan, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara tersebut.

Selain itu, Menteri Rini juga Mengangkat R. Ruli Adi sebagai Direktur SDM dan Umum Perusahaan Perseroan (Persero) PT KAI.

Hambra menggungkapkan bahwa sebagai penyedia layanan transportasi publik, PT KAI harus meningkatkan layanan prima pada masyarakat. Dengan diangkatnya Direktur baru tersebut pihaknya berharap akan terus terjalin kekompakan dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional.

“Dengan diangkatnya Direktur baru diharapkan untuk terus menjaga kekompakan dan harus mampu menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional dengan tetap menjaga tren kinerja positif,” pungkas Hambra.

Sedangkan Edi Sukmoro sendiri, sebelum bekerja di PT Kereta Api adalah karyawan di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Setelah menjadi Direktur Aset di PT Kereta Api, Edi membawahi kurang lebih 120 karyawan. Usaha yang dilakukan adalah penertiban aset-aset PT KAI, dan penelusuran data aset. Untuk mendapatkan data-data yang hilang, dirinya harus mengirimkan karyawannya untuk mencari data sampai ke Belanda. Pria yang lahir di Semarang pada 15 Maret 1959 tersebut dikenal sebagai orang yang tegas dan suka bicara blak-blakan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR