Dibutuhkan Polri, Kapolda Sumut Urungkan Niatnya Maju di Pilkada Papua

Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw (Foto SHAH)

MEDAN — Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyatakan tidak akan maju di pemilihan kepala daerah Papua Juni 2018. Kapolda Sumut urungkan niatnya maju di Pilkada Papua, karena tenaganya di Polri masih diperlukan.

“Pak Kapolri Jenderal Tito Karnavian kan sudah menyatakan itu saat rapat dengan Komisi III DPR pada Oktober lalu.Saya tetap jadi prajurit Bhayangkara. Saya tidak maju Pilkada,” kata Paulus kepada Indeksberita.com, Jumat 29 Desember 2017.

Paulus menyatakan keheranannya karena dalam beberapa hari terakhir fotonya beredar di media massa dan media sosial sebagai calon gubernur berlatar belakang Polri. “Saya heran kenapa muncul lagi nama saya. Padahal saya sudah menyatakan tidak akan maju Pilkada Papua setelah Kapolri menyatakan secara terbuka di hadapan Komisi III DPR,” ujar Paulus.

Paulus menjelaskan, dari sisi masa tugasnya, dia masih memiliki empat tahun lagi masa dinas aktif.  “Mungkin itu salah satu pertimbangan Pak Kapolri. Jadi saya taat kepada pimpinan dan tetap memilih sebagaj prajurit Bhayangkara. Kalau beberapa nama perwira Polri  yang akan ikut Pilkada kan memang mendekati masa pensiun.” ujar Paulus.

Paulus mengatakan, sebelumnya sempat menjajaki ikut pemilihan gubernur Papua dari Partai Golkar. “Sempat bertemu Jenderal Budi Gunawan juga,” kata Paulus.

Namun Paulus kukuh tak akan melanjutkan keinginannya itu dan lebih memilih sebagai perwira tinggi Polri. “Saya memilih sebagai prajurit Bhayangkara bukan berarti karena dilarang Pak Kapolri ikut Pilkada.Semata-mata karena Polri masih membutuhkan tenaga saya,” kata Paulus.

Dalam catatan Indeksberita.com, setidaknya ada lima jenderal dari TNI dan Polri yang akan maju dalam pilkada 2018. Berikut nama-namanya:

– Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
Pria kelahiran Sabang, Aceh, ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN untuk maju di Pilkada Sumatera Utara. Edy yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengajukan pensiun dini agar dapat menjadi Gubernur Sumut. Tidak sejalan dengan keinginannya, Panglima Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI lewat surat keputusan Nomor Kep/982.a/XII/2017 pada Selasa, 19 Desember 2017. Edy termasuk perwira yang dibatalkan sebagai Pati Markas Besar Angkatan Darat yang akan mengajukan pensiun dini.

– Inspektur Jendral Polisi Safaruddin,
Perwira Tinggi Kepolisian RI yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimatan Timur ini, digadang-gadang akan maju di Pilkada Kaltim 2018 lewat gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun hingga saat ini partai tersebut belum mendeklarasikan Safarudin untuk maju sebagai calon gubernur Kalimantan Timur..

–  Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan
Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada 2016. Dia lulus dari Akademi Polisi tahun 1984 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Anton diakbarkan akan diusung oleh PDIP untuk memenangkan suara di Jawa Barat.

– Inspektur Jenderal Murad Ismail
Kepala Korps Brimob Polri ini diusung oleh Partai Nasdem untuk maju di Pilkada Maluku 2018. Sebelum menjadi Kepala Korps Brimob, Murad sempat menjadi Kapolda Maluku di tahun 2013 hingga 2015. PDIP juga telah memberikan dukungan kepada Murad. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan pencalonannya yang dipasangkan dengan kader PDIP, Barnabas Orno.

– Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw
Putra Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara ini akan maju dalam pemilihan calon gubernur Papua. Namun Paulus memilih tetap sebagai anggota Polri dengan kata lain tidak akan melaju ke arena Pilkada.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR