Diperkirakan Ribuan Wisatawan Akan Padati ILAU Dayak Agabag

Tokoh Pemuda dan para Gadis Dayak Agabag (foto Eddy Santry)
/
/

IndeksBerita-Nunukan, Sebagaimana kita ketahui, Suku Dayak terdiri dari beberapa etnis. Dan salah satu etnis tersebut adalah Dayak Agabag yang mendiami wilayah Kalimantan Utara tepatnya di Perbatasan RI-Malaysia. Bahkan etnis ini  sebagian besar mendiami Kota Nabawan, Keningau, Sepulut, Kalabakan hingga Kota Kinabalu –Sabah, Malaysia yang oleh masyarakat dikenal dengan Rumpun Murut. Pada 9-15 November 2017 nanti, etnis yang juga terkenal akan keramahan dan toleransinya ini akan menggelar Mubes (Musyawarah Besar) adat, atau ILAU Dayak Agabag yang ke 8.

Dalam event tersebut, Dewan Adat Dayak Agabag bukan hanya akan menggelar Mubes untuk memilih kepengurusan Lembaga Adat yang baru, namun juga akan menampilkan perlombaan kesenian , keterampilan dan karya seni Dayak Agabag lainya.

Ketua Panitia ILAU-8 Dayak Agabag, Daniel Palanungan kepada IndeksBerita.com mengungkapkan bahwa tujuan dari ILAU –Mubes ini disamping untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas, juga diharap dari event ini akan membantu Pemerintah dalam memperkuat kelembagaan masyarakat Adat.

“Selain wujud dari pelestarian khasanah budaya Nusantara, ILAU dan Mubes ini juga diharap dapat menjadi tali penguat antara Pemerintah dengan masyarakat dalam mensukseskan pembangunan di Perbatasan sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita,” papar Daniel, Jumat (01/9/2017).

Adapun dalam ILAU sendiri, Daniel memaparkan bahwa akan diikuti semua lapisan masyarakat Suku Dayak Agabag dari 6 Kecamatan yakni Kecamatan Lumbis Ogong,Sembakung Atulai, Lumbis, Sembakung, Tulin Onsoi dan Kecamatan Sebuku serta tidak menutup kemungkinan juga akan diikuti oleh etnis serumpun dari Sabah-Malaysia.

“Jenis seni yang akan diperlombakan pun sangat banyak dan beragam,mulai dari lomba Tari Gong, Tari Kreasi Dayak Agabag, Kontes Kecantikan Gadis Dayak Agabag seta perlombaan ketangkasan lainya seperti Lomba Sumpit dan perlombaan lainya,” imbuhnya.

ILAU Dayak Agabag ke 8 kali ini menjadi sangat istimewa karena direncanakan akan dihadiri Antropolog dari Swiss, Prof.Dr, Adrian Linder yang juga Linguistika di Bern University (Swiss),Mika Okoasima (Antropolog dari Jepang ) sekaligus Ketua Komunitas Concil of Borneo dan Datuk Dr.Jeffry Kitingan , Presiden Borneo Dayak Forum.

Dalam Even lima tahunan ILAU Dayak Agabag yang ke 8 ini, Daniel juga mengungkapkan akan mengundang Mendagri Tjahyo Kumolo, Ketua DPN Almisbat Teddy Wibisana, Bondan Gunawan, Yohanes Radjaban hingga Yamin dari Seknas Jokowi.

Ketika disinggung apakah Presiden Joko Widodo juga termasuk tokoh yang akan diundang, Daniel memastikan bahwa pihaknya akan mengirimkan undangan kepada Kepala Negara. Daniel juga sangat berharap agar Presiden berkenan menghadiri perhelatan Akbar dari masyarakat Dayak Agabag itu.

“Pak Jokowi tentu kami undang. Dan menjadi kebahagiaan tersendiri tentunya buat masyarakat Perbatasan di daerah ini yang sejak Indonesia Merdeka belum pernah dikunjungi Presiden apabila beliau berkenan hadir. Lagipula kalau masalah jarak,dari Malinau ke lokasi ILAU terbilang sangat dekat kok, bahkan lebih dekat dibanding dari Cengkareng ke Grogol,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR