Dirjen Dikdasmen : Gala Siswa, Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Sepakbola

Jatim juara Gala Siswa Indonesia 2018. (Foto: Ridwan Maulana, BKLM Kemendikbud)

Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, kompetisi Gala Siswa Indonesia Tahun 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Seleksi dilakukan secara bertahap dan berjenjang dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.

Dalam pertandingan terakhir GSI tahun 2018, Sabtu (20/10) di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, digelar pertandingan antara Provinsi Banten melawan Provinsi Jawa Timur, untuk memperebutkan Gelar Juara Gala Siswa Indonesia. Dalam final tersebut, Jawa Timur menjadi juara setelah menang melalui adu penalti dengan kedudukan akhir 4 – 3. Sementara dalam pertandingan sebelumnya di hari yang sama, memperebutkan gelar juara ke 3, Provinsi Jawa Tengah menundukan DKI Jakarta dengan skor 3-0.

Dalam Gala Siswa Indomesia 2018, Aprilius Amanah terpilih sebagai penjaga gawang terbaik. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Sidoarjo ini mengaku bangga karena bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional. Terlebih di awal musim kompetisi GSI, tim sekolahnya sempat kalah telak. Namun, ia beruntung dapat mengikuti talent scouting dan ternyata menjadi jalan pembuka untuk membuktikan kemampuannya.

“Cuma saya sendiri dari sekolah saya yang berhasil sampai di sini (tingkat nasional). Rasanya bangga dan tidak menyangka,” ujar Aprilius Amanah, Sabtu (20/10) usai menerima penghargaan.

Menjadi pemain sepak bola profesional merupakan cita-cita Yus, panggilan akrab penjaga gawang yang duduk di kelas VIII ini. Selain di sekolah, ia berencana menambah porsi latihan khusus di sekolah sepak bola (SSB).

“Dari sepak bola saya mendapatkan pelajaran tentang kerja sama tim, sportivitas, fair play di lapangan, dan masih banyak lagi,” ujar Aprilius.

Dio Rizky Syahputra, peraih sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak, mengaku percaya diri dapat menjadi bagian dari Tim Nasional U-16. Sepanjang musim kompetisi, Dio mengumpulkan sebanyak 20 gol. Enam di antaranya disarangkan ke gawang lawan pada kompetisi GSI tingkat nasional.

Bagi siswa kelahiran tahun 2004 ini, GSI memberikannya ruang untuk menunjukkan bakat dan minatnya dalam olahraga sepak bola. Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo ini mantap mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional. “Saya ingin membawa Indonesia di Piala Dunia. Yakin 1000 persen,” kata Dio.

Eric Putra Pratama, kapten tim GSI Jawa Timur, merasa sangat bangga bisa membawa nama Provinsi Jawa Timur ke kancah nasional. Siswa kelas IX ini bersyukur bisa membanggakan kedua orang tuanya.

“Bermain itu jangan terpengaruh oleh suporter. Bermain simpel, jangan suka melanggar lawan. Terus latihan, jangan cepat menyerah. Pokoknya tetap semangat,” pesan Eric kepada sebayanya yang ingin menekuni sepak bola.

Pelatih Indra Sjafri melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Ia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya.

“Ini ‘kan pas untuk Tim Nasional U-16. Kita akan dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain yang bisa kita gunakan untuk mendukung tim U-16,” tuturya.

Dalam pelaksanaan pertandingan Gala Siswa Indonesia Tingkat Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemandu bakat atau talent scounting untuk mengetahui kemampuan para pemain muda dengan kriteria penilaian di antaranya, 1. Attitude atau sikap/perilaku sebelum, selama dan setelah bertanding; 2. Skill atau keterampilan/keahlian bermain sepak bola dan penggunaannya selama bertanding; 3. Respect atau kemampuan menghargai semua teman bermain, wasit, pelatih, dan penonton; 4. Contribution atau kontribusi kepada pemain selama pertandingan; dan 5. Physical Ability yaitu kemampuan fisik selama bermain.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, mengungkapkan bahwa ajang Gala Siswa Indonesia merupakan wujud penguatan pendidikan karakter melalui sepakbola.

“Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” lapor Dirjen Hamid.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR