Djarot Dihina PNS di Medsos Sebagai Sampah Jakarta, Djarot : Kita Maafkan

Capture Akun facebook Bakhroin Siregar, oknum PNS yang menghina Djarot di Media Sosial.

Seorang PNS menghina Djarot Saiful Hidayat calon Gubernur Sumatera Utara di akun media sosial miliknya, dengan menyatakan Djarot sebagai sampah Jakarta. Djarot dihina PNS di Medsos oleh akun Facebook dengan nama Bakhroin Siregar, yang diketahui bekerja di Pemerintahan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

Akun facebook dengan nama Bakhroin Siregar┬ámendadak ramai diperbincangkan warga netizen. Di akun tersebut terpampang foto seorang laki-laki memakai pakaian seragam PNS. Dia memulai tulisannya dengan kalimat: “Siapapun anda yang mendukung jarot untuk jadi gubernur sumatera utara, anda harus paham bahwa dengan dicalonkannya jarot oleh PDIP itu adalah bentuk pelecehan buat warga sumut”.

Dia juga menulis “Jika ada netizen yang mendukung apalagi sebagai warga sumut dapat dipastikan otak anda sudah tak waras lagi, bayangkan saja sampah DKI anda puja puji untuk menjadi pemimpin di sumut”.

Lebih lanjut pemilik akun facebook bernama Bakhroin Siregar menulis ” Anda2 yang mendukung itu hanya mengedepankan syahwat dendam politik sebagai imbas kekalahan ahok dan jarot di DKI “.

Ketua Tim Kampanye calon gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus, Djumiran Abdi mengatakan, tim cyber PDI Perjuangan sudah mengetahui identitas penghina Djarot. tulisan Bakhroin Siregar di facebooknya memang berkesan merendahkan Djarot. Tim kampanye, ujar Djumiran mengikuti perkembangan di media sosial terutama akun facebook dengan nama Bakhroin Siregar.

“Kemarin Mas Djarot sudah dapat laporan ada fecebook yang menghina dirinya,” kata Djumiran kepada media, Rabu 24 Januari 2018.

Permintaan maaf Bakhroin Siregar PNS yang menghina Djarot Saiful Hidayat
Permintaan maaf Bakhroin Siregar PNS yang menghina Djarot Saiful Hidayat

Reaksi Djarot,menurut Djumiran biasa saja. “Mas Djarot tidak terlalu mempersoalkan. Dia hanya bilang kita maafkan saja. Biar saja saya direndahkan asal jangan merendahkan warga Sumut dengan menyebut tidak waras,” ujar Djumiran menirukan ucapan Djarot.

PDI Perjuangan,ujar Djumiran tidak tersinggung dengan tulisan Bakhroin Siregar di akun facebooknya meski menghina partai banteng. Apalagi, ujar Djumiran, Bakhroin sudah meminta maaf.

“Dia sudah meminta maaf dan diketahui pimpinannya. Mas Djarot dan PDI Perjuangan menerima permintaan maafnya. Saya atas nama Mas Djarot memohon kepada simpatisan dan relawan Mas Djarot agar tidak membawa masalah ini ke jalur hukum dengan melapor ke polisi. Kita sudahi masalah itu,” ujar Djumiran.

Ketua Umum Relawan Bara JP Sihol Manullang meminta relawan Bara JP tidak memperpanjang hinaan Bakhroin Siregar ke jalur hukum. “Sebaiknya konsentrasi saja memenangkan hati rakyat Sumut dengan mempekenalkan visi dan misi Djarot – Sihar. Tidak usah diperpanjang. Biarkan saja Djarot dihina dan direndahkan asal kita tidak ikut merendahkan orang lain,” kata Sihol.

Ketua Tim Relawan Pemenangan Djarot – Sihar dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjatuhkan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara atau PNS yang ikut dukung – mendukung kandidat kepala daerah atau melakukan kampanye hitam di media sosial seperti yang dilakukan Bakhroin Siregar.” Kalau Mendagri ingin semua PNS netral saat tahapan Pilkada berlangsung,maka harus ada sanksi tegas bagi PNS yang keluar dari aturan seperti yang ditunjukkan Bakhroin Siregar.”kata Pane. Tim relawan pendukung Djarot,ujar Pane akan terus mengawasi lalu lintas percakapan di media sosial agar tak merugikan calon lain.” Kami dukung Djarot – Sihar tapi tak boleh menyudutkan dua kandidat lain.”tutur Pane.

Pilkada Sumut akan diikuti oleh tiga kandidat yaitu Letnan Jenderal (Purn) Edy Rahmayadi – Musa Rajek Shah diisung enam partai politik dengan 60 persen kursi DPRD Sumut. Kemudian pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan dengan 20 persen kursi dewan ,serta Jopinus Ramli Saragih – Ance Selian disokong Partai Demokrat,PKPI dan PKB denga modal 20 persen kursi DPRD provinsi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR