Djarot Saiful Hidayat: PDI Perjuangan Bukan Partai Penakut

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Djarot Saiful Hidayat, menepis anggapan yang selama ini berkembang bahwa partainya kekurangan calon potensial dari internal partai dalam menghadapi Pilkada Gubernur Jakarta 2017 mendatang.

Alih-alih, Djarot mengatakan, partainya memiliki banyak kader potensial yang telah terbukti berprestasi untuk diusung pada gelaran pilkada tersebut. Dia memberi contoh seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan lain-lain.

Dia bahkan menegaskan bahwa penakut bukanlah karakter partainya. Terlebih, dengan 28 kursi di DPRD DKI Jakarta, PDI Perjuangan membuktikan diri sebagai partai dengan akseptabilitas tertinggi di mata warga Jakarta.

“Saya kader PDI-P, Bu Risma, Pak Azwar Anas juga. Kami menunjukkan bahwa PDI-P itu bukan partai penakut. Kami partai yang berani,” kata Djarot.

Terkait keputusan tentang siapa yang akan diusung partainya, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa semua kemungkinan masih terbuka.

Namun, lanjutnya, PDI Perjuangan memiliki mekanisme sendiri dan semua pihak termasuk para bakal calon harus mengikuti dan menghormati mekanisme itu.

“Tapi sekali lagi, kami punya banyak stok (kader internal) yang bagus. Siapapun pemimpinnya harus bisa mensejahterakan rakyat DKI,” kata Djarot.

Partai Pengusung

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono menegaskan bahwa partainya akan jadi partai pengusung, bukan partai pendukung.

“Kami akan mengusung calon gubernur dan tidak akan mengusung perseorangan,” kata Gembong, Rabu (20/7/2016).

PDI Perjuangan memiliki jumlah kursi DPRD melebihi syarat minimal yang diajukan Komisi Pemilihan Umum untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 22 kursi.

Sejauh ini, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta telah melakukan penjaringan dan menyerahkan 27 nama bakal calon gubernur kepada DPP PDI Perjuangan.

“DPP PDI-P infonya akan mengumumkan pengerucutam nama-nama bakal calon gubernur yang lolos fit and proper test pada Kamis (21/7/2016). Tapi kami enggak tahu apakah hanya satu nama yang diumumkan atau lima nama, DPP yang berwenang itu,” kata Gembong.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR