DPC KPPI Nunukan: Tahun 2019 Perempuan Akan Kuasai Parlemen

Ketua DPC KPPI Nunukan : Andi Kartini (Foto Edy Santry)

Keberadaan kaum perempuan di berbagai lini pembangunan saat ini tak lagi dinafikan dan keterlibatan para perempuan dalam mewarnai arah perjalanan bangsa juga bukan sebuah karangan. Banyaknya posisi strategis di Indonesia yang dijabat oleh perempuan adalah bukti bahwa kini kaum perempuan tak hanya ibarat sebagai mawar penghias taman, namun juga sanggup menjadi melati pagar bangsa. Hal tersebut diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KPPI Nunukan (Kaukus Perempuan Politik Indonesia Kabupaten Nunukan) Andi Kartini.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Hajjah Kartini itu, saat ini anggapan bahwa kaum perempuan hanya sebagai ‘kaum wingking’ atau kaum yang diremehkan sudah tak berlaku lagi. Bahkan menurutnya, mereka yang berfikiran seperti itu adalah  mereka memiliki pola pikir yang mengarah pada kemunduran.

“Anggapan bahwa para perempuan sebagai ‘wong wingking’ atau kaum yang hanya berhak didapur dan di sumur adalah pola pikir pada kemunduran,” ujarnya kepada pewarta, Sabtu (22/12/2018).

Sebagai contoh ia mengungkapkan bahwa dulu kaum perempuan hanya dijadikan penggembira dalam sebuah kontestasi politik. Tapi saat ini para perempuan bukan lagi hanya sebagai konstutuent namun sudah diberi tempat sebagai kontestan. Bahkan syarat 30 persen keberadaan perempuan bagi lolosnya Partai Politik peserta Pemilu menurut Kartini juga sebagai penegasan bahwa dalam berkarya membangun bangsa, laki-laki dan perempuan adalah sama dan setara.

Oleh karena itu, baginya bukan sebuah cita-cita yang muluk apabila dalam Pemilu Legislatif 2019 nanti, para perempuan dapat lebih mewarnai dinamika pengawasan kebijakan di Parlemen. Apalagi menurutnya, saat ini ada 32 kadernya yang akan berlaga menuju kursi DPRD Kabupaten Nunukan maupun DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

“Target kami sih dapat menguasai parlemen. Pun jika tidak, minimal akan menambah jumlah wanita yang menjadi anggota DPRD dibanding saat ini,” tandasnya.

Untuk mewujudkan pencapaianya tersebut, Kartini mengungkapkan bahwa pihaknya ada beberapa kiat dan strategi. Salah satunya adalah intens menerapkan metode kampanye sesuai partai masing-masing dan selebihnya adalah kreatifitas ide sesuai kondisi terkini di Kabupaten Nunukan.

“Kader kami yang saat ini menjadi Caleg ada 32 orang. Mereka tentu sdh ada arahan dan srategi politik sesuai partai masing-masing. Selebihnya itu kita harus kreatif sehingga tercipta ide sesuai konstalasi politik di Nunukan,” ungkapnya.

Namun walau kader- kadernya terdiri dari berbagai partai politik yang mempunyai strategi berbeda, Kartini menegaskan bahwa dalam memerangi Politik Uang, Politisasi SARA, para kader KPPI Nunukan sepakat akan bergandengan tangan dan seiya sekata.

Menurut Kartini, Politik Uang adalah kanker demokarasi yang secara langsung menjadi tunas atau cikal bakal praktik korupsi. Selain itu, politik uang juga akan meracuni mental masyarakat sehingga yang ada hanya generasi money mentalitas yang pada ahirnya muncul stigma nahwa yang berhak duduk sebagai angota legislatif hanyalah orang kaya.

“Ini harus diperangi. Saya menyaksikan langsung bagaimana seorang yang terpaksa harus mengurungkan niat sebagai wakil rakyat karena ia merasa tak memiliki uang. Ini yang berbahaya. Karena tak menutup kemungkinan, dibalik cangkul petani, sepatu para buruh, jaring para nelayan itu ada sosok yang layak menjadi pengemban amanat rakyat,” tegas Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, Kartini menuturkan bahwa Politisasi SARA serta Ujaran Kebencian juga menjadi faktor terkoyaknya demokrasi yang sehat. Karena menurutnya, siapa dan apapun latar belakangnya, sangat berpotensi menjadi pelaku dan menjadi korban dari propaganda tak bermoral itu.

“Terkait Politisasi SARA, Ujaran Kebencian dan Hoax, kami tegas nyatakan perang. Dan ini lebih dari sekedar melawan yang hanya pasif menunggu serangan. Intinya, kami ingin anggota legislatif nanti benar-benar punya kemampuan serta dalam mencapainya tentu saja fardzu ‘ain dengan cara yang bermartabat,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR