DPR Akan Bentuk Panja Kasus BOT PT HIN & PT GI

Kasus BOT PT HIN & PT GI

Jakarta – Komisi VI DPR RI nampaknya serius dalam menindaklanjuti kasus dugaan korupsi  kerjasama antara BUMN PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan PT Grand Indonesia atau PT Cipta Karya Bersama (CKB), pasalnya, kasus tersebut telah merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Ketua Komisi VI DPR RI bersama komisinya akan serius untuk memproses dan mencermati kasus korupsi yang melibatkan sejumlah perusahaan BUMN tersebut.

“Kami akan secara serius dan mendalam mencermati kasus ini dalam bentuk panitia kerja (panja),” kata Ketua Komisi VI, Achmad Hafizs Tohir, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta (18/2).

Kasus ini disebut-sebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 1,2 triliun.

Potensi kerugian negara antara lain akibat dua bangunan di kawasan Hotel Indonesia ini menyalahi perjanjian kontrak build, operate, transfer (BOT) antara BUMN perhotelan, PT Hotel Indonesia Natour dengan PT Cipta Karya Bersama Indonesia (CKBI) dan PT Grand Indonesia.

Selanjutnya kata Hafizs,  pihaknya pun akan  segera memanggil PT HIN untuk mendapatkan jawaban terkait persoalan ini. Surat panggilan sudah dilayangkan. Patut diduga BOT PT HIN dan PT GI selaku operator merupakan bentuk kerjasama bodong.

“Kami juga segera memanggil menteri BUMN untuk mengetahui duduk persoalannya,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR