Dua Kali Sandar, Kapal Tol Laut di Sebatik Masih Sepi Muatan

Untuk kedua kalinya Kapal Tol Laut bersandar di Dermaga Sungai Pancang Sebatik, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Namun program Tol Laut yang digagas oleh Presiden Jokowi sebagai cara untuk menekan disparatas harga-harga kebutuhan khususnya di Perbatasan RI-Malaysia masih sepi dalam muatan.

Sebagaimana terpantau pada kapal Tol laut yang sandar pada Kamis (30/3/2017) kemarin, kapal tol laut dari Surabaya tersebut hanya terlihat membawa muatan berupa Air mineral. Kepada awak media, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Juniansyah menuturkan bahwa sepinya muatan Kapal Tol Laut yang sandar untuk kedua kalinya karena masih dalam tahap uji coba.

“Masih uji coba, hanya bawa air mineral 3 ton. Kalau kembalinya bawa rumput laut 17 ton,” tuturnya.

Juniansyah mengungkapkan bahwa minimnya muatan Kapal Tol Laut dari Surabaya ke Perbatasan ( Sebatik-red ), karena masyarakat di Perbatasan masih menyesuaikan dahulu tentang atas barang-barang kebutuhan yang harus didatangkan dari Surabaya.

Kecenderungan masyarakat Perbatasan yang selama ini masih bergantung pada produk-produk dari Tawau. Malaysia, disinyalir menjadi penyebab sehingga barang-barang yang datang dari Surabaya belum banyak diminati warga Perbatasan. Itulah yang diperkirakan sebagai penyebab sepinya muatan kapal tol laut.

“Yang pasti pemerintah sudah menyediakan transportasi murah yang selama ini menjadi kendala mahalnya harga sembako di sini. Sekarang tergantung warga, apa yang akan didatangkan dari Surabaya,” ujar Juniansyah.

Untuk Kapal Tol Laut yang sandar di Perbatasan (Sebatik-red) sendiri, dijadwalkan akan sandar tiap 15 hari sekali. Kapal Tol Laut tersebut akan melewati rute Surabaya-Belang, Belang-Sangata dan terahir akan sandar di dermaga Sungai Pancang Sebatik.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR