Dubes Helmy Fauzi: Korban Bom di Katedral Mesir, Sudah 26 Orang Meninggal

Helmy Fauzy

Sehubungan dengan serangan teror yg terjadi di Kairo, hari Minggu ini, Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzi, Senin dini hari tadi (12/11/2016) memberikan update atas situasi yang terjadi di Kairo. Jika sebelumnya diberitakan bahwa korban meninggal sebanyak 25 orang, dan yang luka 49 orang, data KBRI terkini menunjukan bahwa korban meninggal ada 26 orang dan yang luka-luka 49 orang. Dan Helmy menjelaskan bahwa diantara korban tersebut tidak terdapat korban WNI.

“Menurut data Kementerian Kesehatan Mesir yang saya peroleh, yang meninggal ada 26 orang tewas dan 49 orang yang luka. Tidak ada korban WNI disitu. Korban tewas dan luka-luka tadi, dibawa ke rumah sakit Dar El-Shefaa dan rumah sakit universitas Ain Shams,” kata Helmy.

Helmi juga menjelaskan lebih detail lokasi terjadinya ledakan bom, yaitu di gereja St Peter dan St Paul yang berada di sebelah gereja Katedral Koptik, di wilayah Abbasiya, Cairo (kurang lebih berjarak 8,7 km dari KBRI Cairo). “Berdasarkan informasi dari juru bicara Gereja Koptik, kristen ortodoks yang berpusat di Mesir, Rev Paul, ledakan bom terjadi di bagian jamaah perempuan gereja St. Peter dan St Paul” ujarnya lagi.

Masih menurut Helmy, kejadian ini merupakan rentetan dari aksi kekerasan yang terjadi sebelumnya. “Pada Jumat lalu (9/11) terjadi ledakan bom yg menewaskan 6 aparat keamanan dan melukai 9 aparat keamanan lainnya di jalan dekat pintu masuk menuju Pyramid Giza.”

Catatan KBRI atas Situasi Terkini di Mesir

Dalam minggu-minggu terakhir, terdapat peningkatan eskalasi serangan di kota Kairo. Dua hari sebelumnya, 9 Desember 2016, 6 orang aparat keamanan tewas dalam serangan bom di dekat jalan menuju objek wisata Piramid. Belum terdapat pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Namun demikian, dari skala dan bentuk operasi serangannya, banyak pihak menyebut bahwa ABM (Anshar Bait Maqdis), kelompok militan yang beroperasi di wilayah Sinai dan telah berbaiat kepada ISIS, berada di balik serangan tersebut.”

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2016, seorang perwira senior militer Mesir, Brigadir Jenderal Adel Ragaai beserta supir pribadinya tewas. Mereka dihujani tembakan jarak dekat yang berasal dari senjata otomatis, oleh 3 pengendara motor misterius di depan rumahnya di El Obour City (sekitar 40 km dari pusat kota Cairo).

Menurut Helmy serangan-serangan yang terjadi belakangan ini sudah bukan semata-mata menyasar aparat keamanan, namun sudah semakin meluas dan menargetkan warga sipil dan objek wisata. Jadi menurutnya, kedepan tidak tertutup kemungkinan objek wisata lainnya akan menjadi sasaran serangan. Dan hal ini akan menjadi pantauan KBRI terus menerus.

“KBRI akan terus memantau perkembangan, dinamika dan situasi keamanan di Mesir. Dan melalui saluran komunitas kekeluargaan Indonesia di Cairo, KBRI akan menghimbau warga negara RI di Mesir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap kemungkinan memburuknya situasi keamanan di Mesir” pungkas Helmy kepada indeksberita.com

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR