Duka Cita Masyarakat Perbatasan Untuk Kepergian Bondan Gunawan

Bondan Gunawan (kedua dari kiri) saat peresmian Kantor Konsulat DOB Kabudaya Perbatasan di Tebet, Jakarta Selatan

Kabar Duka menyelimuti Indonesia. Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Bondan Gunawan Sastrosudarmo tutup usia pada Kamis 23 Mei 2019 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat sekitar pukul 13:00 WIB.

Kabar meninggalnya mantan pendiri Forum Demokrasi tersebut tak hanya membuat kekuarga kehilangan namun juga membuat berkabungnya rekan-rekan dan semua orang yang pernah menganal dan dekat kepadanya. Tak hanya di Ibu Kota tempat tinggal Bondan semasa hidup, namun kepergianya menyisakan duka bagi masyarakat Perbatasan terutama di Nunukan, Kalimantan Utara. Pasalnya sebagian besar aktivis dan tokoh masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah-Malaysia tersebut sangat mengenal baik Bondan Gunawan.

Mantan aktivis Pro Demokrasi yang kini aktif sebagai salah satu pimpinan Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT) Kalimantan Utara, Imral Gusti menuturkan bahwa sosok Bondan Gunawan baginya selain sebagai senior, juga sebagai guru yang senantiasa memberikan insprasi serta spirit kebangsaan.

“Menurut saya beliau sangat memahami arti kesetian dalam persekawanan. Beliau meletakan persekawanan yang mengayomi. Dalam hal ini saya sangat merasa kehilangan,” ujar Imral, Jumat (24/5/2019).

Lebih jauh Imral mengungkapkan bahwa Bondan Gunawan semasa hidup adalah pribadi yang konsisten pada garis perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Tak jarang menurut Imral, Bondan melawan kebijakan-kebijakan yang dianggap tak berpihak pada rakyat.

“Beliau tokoh pergerakan tidak tergiur oleh jabatan. Ini terlihat ketika beliau lebih memilih mundur dari jabatan Mensesneg karena ada kebijakan-kebijakan yang harus dijalankan namun bertentangan dengan hati nuraninya,” paparnya.

Motivasi yang diberikan Bondan tentang aktualisasi nasionalisme pun menurut Imral sangat mengedukasi generasi muda di Perbatasan. Sebagaimana yang Imral tuturkan saat ulamg tahun Ormas Barisan Anak Bangsa ke 4 tahun 2008, Bondan rela datang ke Nunukan guna memberikan motivasi kebangsaan yang hingga kini tertancap di dada generasi muda Nunukan.

“Satu kenangan yang tak bisa saya lupakan adalah ketika dengan tertatih-tatih karena sakit, beliau rela menjadi nara sumber untuk membangun jiwa nasionalisme masyarakat tapal batas,” katanya.

Senada dengan Imral, tokoh perbatasan Lumbis mengungkapkan kesedihanya atas kepergian Bondan. Bondan Gunawan menurut Lumbis adalah ibarat orang tua bagi masyarakat pedalaman terutama masyarakat yang tinggal di wilayah yang saat ini tengah menuntut terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan.

“Beliau adalah salah satu mentor dalam perjuangan kami. Tentu saja kami sangat berduka atas kabar berpulangnya beliau ke haribaan Nya. Kami masyarakat Perbatasan menyatakan berbela sungkawa,” kata Lumbis.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR