Duka Kementerian ATR/BPN atas Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610

Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Perairan Tanjung Karawang, tampak Tim SAR mencari reruntuhan puingnya (Foto BNPB)

Duka mendalam menyelimuti negeri ini sehubungan dengan Kecelakaan Pesawat  Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang,  yang dinyatakan hilang kontak pada pukul 06.50 WIB. Duka itu juga dirasakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), terkait dengan adanya seorang pegawai Kementerian ATR/BPN yang menjadi salah satu penumpang di pesawat nahas tersebut.

Menurut rilis dari Humas Kementerian ATR /BPS, kepastian adanya pegawai Kementerian ATR/BPN yang menjadi penumpang didapat dari data manifes penumpang. Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, membenarkan informasi tersebut.

“Benar dan kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami akan terus memantau perkembangan lebih lanjut, terutama terkait pegawai Kementerian ATR/BPN yang menjadi penumpang pesawat dimaksud,” ungkapnya

Humas Kementerian PUPR  juga menjelaskan, pegawai Kementerian ATR/BPN yang terjadwal terbang menggunakan pesawat tersebut bernama Mahameru. Dan Mahameru merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Seperti diketahui pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang dinyatakan hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir pada Senin (29/10). Pesawat tersebut kemudian dipastikan jatuh di daerah Karawang, Jawa Barat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR