Dukung Danau Toba Menjadi Destinasi Wisata Internasional, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 2,4 Triliun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat berikan keterangan pers (28/7) di Parapat, tentang penataan Danau Toba menjadi destinasi wisata internasional. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba Sumatera Utara, agar Danau Toba menjadi destinasi wisata internasional.  Infrastruktur yang dibangun antara lain pembangunan jalan lingkar samosir, jembatan Tano Ponggol, revitalisasi Danau Toba, embung, instalasi pengolahan air, sanitasi, dan penataan kawasan tepi Danau Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, menjelaskan bahwa pada tahun 2020 Kementerian telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba, sebesar Rp 2,4 triliun. Anggaran tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2019, yang besarnya Rp 821,3 miliar.

“Kementerian PUPR sudah membuat program pengembangan KSPN Danau Toba. Program tersebut merupakan program terpadu dari seluruh sektor yang sudah kita survei. Ini belum termasuk kawasan Kaldera, untuk menarik investor di Kaldera kita akan programkan pembangunan jalan Dengan kunjungan hari ini dan dilanjutkan oleh rencana tinjauan Presiden, akan memperhalus program untuk mengubah wajah kawasan Danau Toba menjadi lebih tertata,” kata Menteri Basuki saat meninjau penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Parapat, (28/7/2019).

Penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun dilakukan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2017-2018 dengan biaya Rp 5,8 miliar. Kawasan yang berada diatas bukit tersebut menjadi tujuan wisata karena dari lokasi ini wisatawan mendapatkan pemandangan Danau Toba yang indah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau penataan kawasan wisata Dolok Sipiak (28/7/2019) di Parapat. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau penataan kawasan wisata Dolok Sipiak (28/7/2019) di Parapat. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Agar lebih tertata dan nyaman dikunjungi, Kementerian PUPR membangun sejumlah fasilitas berupa ruang sanggar tari, amphitheatre, gardu pandang, area bermain, toko souvenir, dan parkir kendaraan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, Kementerian PUPR juga akan melakukan penataan pedestrian Pesanggrahan Bung Karno yang pernah menjadi rumah pengasingan Presiden pertama Indonesia tersebut. Penataan pedestrian juga akan dilakukan di area Pasar Sisi Danau Toba di Parapat. Untuk menambah ruang terbuka pada wilayah tersebut, Kementerian PUPR tahun ini telah menganggarkan Rp 50 miliar untuk penataan ruang terbuka publik Parapat.

Dalam melakukan penataan KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melibatkan Arsitek Nusantara Yori Antar yang juga terlibat dalam pembenahan kawasan pariwisata Labuan Bajo, NTT. “Pengembangan kawasan wisata tidak cukup dengan konsultan teknik, namun juga perlu melibatkan arsitek agar infrastruktur yang dibangun tidak kaku, sehingga perlu diperhalus melalui arsitektur,” ujarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Tobasa Darwin Siagian, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Didiet A. Akhdiat, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Selamet Rasidi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Roy Pardede, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, dan Arsitek Nusantara Yori Antar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR