Ecoton : Calon Gubernur Jatim Tak Memiliki Visi dan Misi Lingkungan

Photo : Sampah popok yang belakangan menjadi isu lingkungan Ecoton, kampanyenya jangan membuang popok sekali pakai ke sungai (dok)

Direktur Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi mengimbau pesan kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak memilih calon kepala daerah yang tindak mempunyai visi dan misi lingkungan. Prigi mengatakan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, baik Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto maupun Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Menurut penilaiannta, mereka tidak mempunyai visi misi masalah lingkungan, apalagi masalah perkembangan lingkungan global.

“Keduanya yang jelas tidak ada visi yang peduli terhadap lingkungan, apa lagi isu perkembangan lingkungan global yang terjadi sekarang. Semakin mengerikan bagi kehidupan manusia,“ kata Prigi saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

Prigi mencontohkan, persoalan yang sedang terjadi di Jawa Timur. Industrialisasi di Jawa Timur, lanjut Prigi, sudah semestinya harus direvisi. Dalam hal ini, kepala daerah harus selektif terhadap jenis industri yang didirikan di Jawa Timur.

“Di Jawa Timur sudah berjamuran pabrik-pabrik, sudah selayaknya pemerintah mempertimbakan aspek emisi, konsumsi air dan limbah cair yang semakin luas mencemari lingkungan,” ujar Prigi.

Ia juga menyebutkan, industri manufaktur dan smelter telah menyumbangkan polutan Pb (timbal) di udara yang berbahaya bagi kehidupan. “Ini ditandai dengan fakta,, bahwa industrialisasi di Jawa Timur ini, tidak ada yang mempertimbangkan kemampuan mengelola limbah,“ tambah Prigi.

Ecoton sendiri, lanjut Prigi, beberapa hari ini menemukan timbunan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Sumobito dan Kesamben Kabupaten Jombang. Limbah tersebut, kata Prigi, karakternya sama, limbah B3, seperti yang ada di Desa Lakardowo Kecamatan Jetis, Mojokerto.

“Kita ini di Jawa Timur sudah di kepung limbah B3. Di Paciran Lamongan, zona-zona militer. Persoalan sampah popok yang dibuang ke sungai. Itu menyangkut persoalan lingkungan. Mestinya harus menjadi visi misi pasangan calon gubernur,“ tandas Prigi.

Sementara itu legal officer Ecoton Rulli Mustika Adya, SH mengatakan, berbicara masalah lingkungan tidak dapat dilakukan dalam satu aspek saja, dan tidak bisa diselesaikan waktu yang singkat, bahkan harus ada perencanaan yang cukup matang.

“Kalau pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tidak mempunyai visi misi masalah lingkungan, bagaimana caranya menangani lingkungan yang tercemari limbah, “ kata Rulli.

Bahkan Rulli mengaku, dari aspek hukum masyarakat selalu kalah, ketika lingkungan mereka tercemari limbah.

“Selama ini kasus yang dihadapkan pada kita persoalan lingkungan, tidak ada yang mulus. Selalu perusahaan yang dimenangkan. Padahal persoalnnya jelas, perusahan membuang limbah dan masyarakat dirugikan,“ ujarnya.

Rulli pun bertanya, mana ada sengketa lingkungan masalah pencemaran limbah B3 masyarakat menang. “Belum pernah terjadi. Dan sekarang mana bisa lingkungan akan lebeih baik jika calon gubernur Jawa Timur tidak ada yang peduli lingkungan, “ kata Rulli.

Ditambahkan Rulli, lingkungan bukan dijadikan subyek, melainkan objek. Akan tetapi, tidak sedikit pula kepala daerah menjadikan lingkungan sebagai proyek karena mengandung nilai ekonomis yang tinggi.

“Disinilah memerlukan peran jurnalisik lingkungan yang bisa mengangkat isu lingkungan dalam pemberitaan. Pada umumnya, jurnalistik lingkungan sama seperti biasanya, hanya saja yang berbeda aspek dan penekanan saja,” pungkas Rulli.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR