El Nino datang, Lobster Pulang

Gangguan Iklim El Nino di musim ini memperngaruhi jumlah penangkapan lobster, terutama di wilayah Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Haryanto selaku salah satu nelayan DIY mengakui bahwa lobster yang diperolehnya menurun pesat di tahun ini. Hal ini dikarenakan El Nino yang menurunkan curah hujan, juga menurunkan kuantitas lobster di wilayah Gesing dan Ngerenean yang seharusnya menjadi tambang emas bagi para nelayan.

“Lobster kan keluar banyak pas banjir dari darat. Pas keluar mereka (seharusnya) nyangkut di jaring krendet”, jelas Haryanto, ditemui saat melakukan perbaikan mesin perahu dan pemasangan umpan krendet (jaring lobster) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Baron (21/01) sebelum melaut

Haryanto menambahkan bahwa gelombang laut yang tinggi juga berpengaruh pada jumlah lobster yang diperoleh. Gelombang ombak laut selatan yang meninggi tidak memungkinkan bagi para penjaring lobster untuk menepi di pinggiran tebing karang, yaitu rumah bagi para lobster. Hal tersebut dikarenakan ombak laut berpotensi besar menghempaskan perahu nelayan dan menabrak tebing karang.

“Kita gak berani ke tepi-tepi karang takut gelombang besar, kita beraninya cuman ditengah. Kalo di tepi-tepi karang, sehari bisa 10 kilo sampai 50 kilo. Kalo di tengah ya dua kilo sampai tiga kilo”, tutur Haryanto kepada tim Indeksberita.com.

Badan Klimatologi dan Geofisika DIY, dalam Buletin Perkiraan Curah Hujan Bulan Desember 2015-Februari 2016, menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas rendah diakibatkan oleh gangguan iklim El Nino. Gangguan iklim ini diperkirakan telah terjadi diawal bulan Oktober 2015 dan akan berakhir di bulan Februari 2016.

Daerah Gunung Kidul DIY sendiri akan memperoleh sifat hujan normal di bulan ini, sehingga nelayan dapat melaut dengan normal ketika El Nino akan berakhir atau awal bulan Maret 2016.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR