Fahri Hamzah : Masalah Sumantipal-Sinapad Lebih Penting daripada Masalah Pilkada

Nunukan – Wilayah OBP (outsanding boundari problem) atau wilayah yang masih menjadi sengketa antara Indonesia dengan Kerajaan Malaysia di Lumbis Ogong, Nunukan, Kalimantan Utara menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Menurutnya, wilayah seluas 154.000 Hektar Patok B2700-B3100 di sepanjang Sei Sumantipal- Sei Sinapad ini kalau tidak ditangani secara ekstra serius, maka tidak menutup kemungkinan akan bernasib sama seperti Sipadan-Ligitan yang telah lebih dahulu dimabil Malaysia.

Hal itu di ungkapkan Fahri disela-sela kunjungan kerjanya bersama 4 orang anggota DPR RI lainya dan Deputi III BNPP di Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (24/11).

Fahri menilai, seharusnya Pemerintah lebih peka dan lebih memahami bahwa aspirasi masyarakat di 6 Kecamatan yakni Kec. Lumbis Ogong, Kec. Lumbis, Kec Sembakung, Kec. Sembakung Atulai, Kec. Tolin Onsoi, dan Kec. Sebuku yang menyuarakan Pemekaran menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabudaya bukan karena sentuhan dan tujuan politik namun adalah sebagai bagian dari panggilan hati masyarakat di daerah itu dalam mendapatkan pendekatan pelayanan.

Dan yang jauh lebih penting lagi, menurutnya, aspirasi masyarakat yang meninginkan terbentuknya DOB Kabudaya itu adalah bagian dari mempertahankan wilayah OBP tersebut agar tetap dalam bingkai NKRI.

“Secepatnya kami dari Pimpinan DPR RI bersama BNPP akan segera berkoordinasi dengan Presiden agar segera diterbitkan PP Desain Besar Penataan Daerah (Desartada-red) dan PP Penataan Daerah (Detada-red) supaya menjadi jalan keluar dari permasalahan-permasalahan seperti ini,” ujarnya.

Sosok yang terkenal vokal itu juga menambahkan bahwa persoalan tentang Sumantipal-Sinapad ini sangat urgen. Menurutnya dengan adanya DOB, maka akan ada penguatan intinitas dari masyarakat terhadap wilayah sengketa (OBP) tersebut dan juga akan tercipta kesetaraan pembangunan yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah itu.

“Seharusnya negara sangat bangga dengan nasionalisme masyarakat di wilayah ini dan jangan sampai kecintaan masyarakat pada NKRI ini disia-siakan. Palingkan perhatian kita ke wilayah ini dan bukan hanya terfokus pada masalah Pilkada saja. Karena sehari-hari iman kebangsaan saudara-saudara kita selalu digoda negara lain,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, masyarakat dari 6 Kecamatan tersebut memberikan Gelar Kehormatan Adat kepada kelima angoota DPR RI dan Deputi III BNPP. Untuk Fahri Hamzah dengan Gelar Kalawon Kabudaya (Pejuang/Pahlawan), Hetifah Sjaifudian dengan Gelar Sumandak Kalansanan (Wanita Kuat/Sandaran Hati), Agung Widantoro dengan Gelar Ogong Kabudaya (Gagah dan Pemberani), Arteria Dahlan dengan Gelar Atulai Kabudaya (Yang memiliki Kesaktian), dan kepada Irvan Hakim Toha dan Boy, Deputi III BNPP dengan Gelar Mamulok (Pemuda/Lelaki).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR