FPI Merah Putih Ajak Masyarakat Kawal Pancasila

Deklarasi FPI Merah Putih di Tugu Kujang, Bogor, Kamis (24/11/2016). Foto: eko/indeksberita

BOGOR – Kibaran bendera Merah Putih dan lagu-lagu bertema kebangsaan oleh musisi jalanan terdengar dalam aksi teatrikal di Tugu Kujang, Kota Bogor. Selain itu, juga terdengar seruan persaudaraan dan saling menghargai dalam perbedaan. Aksi dan seruan itu menandai deklarasi perhimpunan Front Pembela Indonesia (FPI) Merah Putih yang diikuti sekitar 300 massa perwakilan beberapa organisasi di Bogor.

“Keinginan membangun perhimpunan wadah baru bernama Front Pembela Indonesia ini berawal dari keinginan sejumlah elemen organisasi yang menolak makar, dan ingin Indonesia damai,” tukas Sugeng Teguh Santoso, penggagas acara kepada pewarta di Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (24/11/2016).

Sugeng Teguh Santoso, bersama seluruh deklarator FPI mengatakan, aksi kebhinnekaan dalam menjaga tegaknya NKRI dan Pancasila ini dilatarbelakangi oleh keprihatinannya tentang kondisi sosial politik Indonesia saat ini, termasuk indikasi adanya niat sekelompok orang yang ingin melakukan makar atas pemerintahan yang sah.

“Kami seluruh elemen dari Bogor tanah Pasundan meminta agar pihak yang ingin merubah dasar negara dan melakukan makar atas pemerintah yang sah secara konstitusional, agar mengurungkan niatnya. Kami Front Pembela Indonesia akan bergerak mengawal NKRI dan pancasila,” kata Sugeng dilokasi aksi.

Sekretaris DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu juga meminta pihak-pihak yang ingin meraih kekuasaan dengan cara inkonstitusional supaya berpikir matang, karena negara ini sudah dibangun dengan darah dan air mata serta nyawa.

“Raih kekuasaan dengan cara konstitusi. Kenapa? Karena pemerintah yang berkuasa sekarang adalah pemerintahan yang dihasilkan melalui konstitusi,” ujarnya.

Sementara, Sekdakot Bogor Ade Syarif Hidayat yang hadir mewakili walikota dalam sambutannya mengatakan mendukung lahirnya FPI yang diprakarsai sejumlah organ berbasis nasionalis.

“Saatnya kita saling menghargai sesama anak bangsa. Tidak boleh ada golongan intoleran atau ideologi lain kecuali Pancasila. Mari kita ciptakan rasa damai di negeri ini. Saya mendukung ini. Negara ini tak boleh tercabik-cabik. Mari bersatu agar kita kuat,” kata Sekdakot Bogor.

Di sela acara, kepada media online ini, salah satu peserta aksi bernama Marini mengaku heran dengan maraknya demo di Jakarta. Siswa kelas 1 SMP swasta di Kota Bogor ini juga tidak habis pikir apa yang jadi tuntutan massa aksi yang masih berkeinginan turun ke jalan pada 2 Desember mendatang.

“Kenapa sudah diproses hukum masih harus turun ke jalan dengan berdemo? Kami pelajar, sejak kecil terbiasa ber Pancasila, bersaudara dan tidak pernah gontok-gontokan. Apa sulitnya untuk menghormati hukum? Itu yang saya lihat di pemberitaan televisi,” tuturnya.

Deklarasi perhimpunan FPI Merah Putih yang melibatkan perwakilan organisasi di antaranya Yayasan Satu Keadilan, GMNI Bogor Raya, Repdem, FPPHR, Anshor, Banser, NU, Almisbat Bogor, LSM Lempar, dan Kokolot Bogor, ini ditutup dengan pembubuhan tandatangan pernyataan aksi damai pada spanduk. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR