Gaji Guru Honorer Diperjuangkan jadi Rp 2 Juta

 

BOGOR – Nasib ribuan tenaga honor Kabupaten Bogor yang selama ini masih bergaji Rp500 hingga Rp600 ribu, mulai tahun depan dipastikan akan ada peningkatan. Hal itu dikatakan anggota Komisi IV, DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa.

“Kita akan memperjuangkan para tenaga honor yang didominasi para guru, agar tahun 2017 bisa ada peningkatan,” kata Egi saat diwawancarai indeksberita.com, usai sosialisasi generasi berencana di Wisma DPR, Kopo, Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (16/10/2016).

Dari data yang diketahuinya, saat ini di Kabupaten Bogor terdapat 5000 tenaga honor.

“Sebanyak 3000 tenaga honor tersebut akan kita upayakan kenaikan pendapatan maksimal mencapai Rp2 juta. Minimnalnya, Rp1 atau Rp1.5 juta. Karena, nanti akan disesuaikan dengan anggaran. Senin besok, pembahasan soal guru honor kembali akan kita matangkan. Kita berharap, tenaga honor bisa mendapat pendapatan yang maksimal. Honor tersebut diluar dari dana BOS yang bersumber dari APBD,” tuturnya.     

Sebelumnya, salah satu guru honor, Solahudin kepada media online ini pernah menyampaikan, saat ini di Kabupaten Bogor, ribuan guru honorer banyak yang masih bergaji dibawa Rp1 juta. Bahkan, ada diantaranya yang hanya mendapat gaji Rp150 ribu. 

“Setiap guru selalu berupaya keras agar mutu pendidikan meningkat. Tapi, ironisnya kesejahteraan guru malah terabaikan,” keluhnya.

Senada disampaikan, Zubaeda, guru SD di Sukajaya. Menurutnya, guru honorer juga masih banyak yang belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), yang merupakan Nomor Induk bagi seorang Tenaga Kependidikan.

 

“Kami berharap wakil rakyat bisa campur tangan bahwa nasib guru honorer masih jauh dari sebutan nyaman. Kami menuntut kesejahteraan,” tuntasnya. (eko)  

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR