Gandeng Swasta dan CSO, Pemerintah Adakan Rapid Test Bagi Penyandang Disabilitas Mental

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kelompok masyarakat penyandang disabilitas, RS Mitra Keluarga, Halodoc, Standard Chartered Bank Indonesia, Perhimpunan Jiwa Sehat, serta CBM memberikan akses rapid test kepada ribuan penyandang disabilitas mental. Rapid test bagi penyandang disabilitas mental ini dilakukan di panti-panti sosial di DKI Jakarta. Kolaborasi ini merupakan upaya bersama menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Penyandang disabilitas mental yang tinggal di panti-panti ini merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan dalam masa pandemi COVID-19, karena mereka hidup bersama-sama dalam satu lokasi. Di Jakarta sendiri, sedikitnya ada sekitar 3.000 penyandang disabilitas mental yang tinggal di 4 Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sementara ratusan lainnya tinggal di Panti Sosial milik swasta. Karenanya, metode rapid test sangat dibutuhkan untuk bisa mengantisipasi penularan virus lebih luas.

Merespon hal tersebut, Standard Chartered Bank memberikan bantuannya dengan menyediakan ribuan rapid test kit yangdibutuhkan serta melakukan kolaborasi dengan CBM dan Perhimpunan Jiwa Sehat. Dalam pelaksanaannya, Standard Chartered Bank Indonesia menggandeng Halodoc dan RS Mitra Keluarga sebagai pelaksana.

Proses pelaksanaan rapid test di 4 lokasi panti tersebut berjalan dengan cukup baik dan lancar. Peserta yang hasil pemeriksaan rapid testnya reaktif langsung ditangani dengan merujuk pada rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan serta penerapan karantina diri.

Mengomentari inisiatif ini, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, Andrew Chia, mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari bantuan darurat yang mereka berikan untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 7,6 Miliar bagi Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya dalam membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran dan membantu agar pandemi bisa lebih cepat diatasi.

“Sesuai dengan janji brand kami ‘Here for good’, kami ingin kehadiran kami senantiasa membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan komunitas tempat kami beroperasi. Bantuan dalam bentuk rapid test merupakan komitmen kami akan janji tersebut,” ujar Andrew melalui siaran pers yang diterima redaksi hari ini (22/6).

Direktur CBM Indonesia, Marisa Kristianah menyampaikan bahwa sumbangan dan kerja keras dari Standard Chartered Bank Indonesia, Halodoc, serta RS Mitra Keluarga dalam mengupayakan dan melaksanakan rapid test ini sangat bermanfaat untuk mencegah penularan virus yang bisa menyebar cepat. “Bila tidak segera dicegah, penyebaran virus di panti bisa mengakibatkan jatuhnya banyak korban seperti terjadi di panti-panti di Amerika dan Eropa”, ujarnya.

Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, Yeni Rosa Damayanti yang juga fokus melakukan advokasi hak-hak penyandang disabilitas menyatakan hal yang sama, terlebih lagi mengingat penyandang disabilitas mental atau sering juga disebut sebagai orang dengan gangguan kejiwaan, adalah kelompok masyarakat yang paling marjinal dan seringkali dilupakan. Yeni juga menyadari bahwa rapid test yang telah dilaksanakan ini belum bisa menjangkau seluruh panti penyandang disabilitas. Ia berharap pelaksanaan rapid test ini bisa dicontoh oleh berbagai pihak dan rapid test di panti-panti penyandang disabilitas ini bisa dilakukan di seluruh pelosok tanah air.

Keduanya menyampaikan penghargaan atas dukungan Dinas Sosial DKI dan menyatakan bahwa pelaksanaan rapid test ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara pihak perusahaan, masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid 19.

Lebih lanjut mengenai pelaksanaan rapid test, CEO Halodoc Jonathan Sudharta menyampaikan bahwa di masa transisi PSBB DKI Jakarta, masyarakat semakin memerhatikan kesehatan diri sendiri dan lingkungannya. Untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan, Halodoc terus memperluas pemanfaatan layanan rapid test di masyarakat. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat bisa melakukan konsultasi secara online dengan dokter di Halodoc, bahkan bisa terhubung dengan rumah sakit rujukan COVID-19 melalui aplikasi Halodoc.

“Kami berharap layanan telemedicine Halodoc dapat dimanfaatkan dengan optimal sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat”, imbuhnya.

Pelaksanaan rapid test yang berlangsung selama 2 minggu, mulai dari tanggal 4 – 18 Juni 2020 ini sukses melakukan deteksi dini COVID-19 terhadap 3.500 orang penghuni dan petugas panti di 3 Panti Sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta, di antaranya: Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 (1.250 orang); Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 (1.400 orang), Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 (570 orang);dan Panti Bina Insan (280 orang Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial yang bertugas di lapangan).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR