Gelar Pertemuan, KPAI dan Kemenkes Bahas Imunisasi Measles Rubella

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dipimpin oleh Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati Hari ini, Selasa (29/8), bersama Menkes Nila Juwita Moeloek, setelah membahas pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (foto dokumentasi-istimewa)
/
/

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dipimpin oleh Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati Hari ini, Selasa (29/8), menyambangi Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk membahas praktek pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).

Diterima langsung oleh ibu Menteri Kesehata Nila Juwita Moeloek, KPAI menyampaikan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella yang memasuki minggu ke 4. Selain praktik baik, KPAI menerima laporan adanya penolakan imunisasi Measles Rubella di masyarakat, hingga adanya dugaan dampak terkait pelaksanaan imunisasi MR.

Pada pertemuan ini KPAI dan Kemenkes memiliki kesepahaman bahwa imunisasi merupakan hak anak, sehingga semestinya orang tua mendukung pemenuhan hak kesehatan anak “Mencegah adanya dampak penyakit akibat endemi MR jauh lebih baik dan lebih ekonomis dibandingkan jika sudah terpapar penyakit MR”, ujar Rita Pranawati.

Ia menambahkan hal ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Fatwa MUI bahwa imunisasi merupakan salah satu ikhtiar menjaga kesehatan.

Sitti Hikmawatty, M.Pd Komisioner bidang Kesehatan juga menambahkan masukan terhadap praktek pelaksanaan imunisasi, khususnya terkait informed concern kepada orang tua perlu dilakukan standarisasi.

“Informed concern juga merupakan bentuk edukasi kepada orang tua mengapa imunisasi MR penting untuk dilakukan, sehingga orang tua dapat memberikan penjelasan kepada anak dengan gamblang,” jelas Sitti.

Selain itu, kata Sitti, informed concern, kesadaran public melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat juga perlu ditingkatkan agar penerimaan dari imunisasi MR dapat mencapai sasaran.

“Semoga anak-anak Indonesia derajat kesehatannya meningkat dan Indonesia bebas dari MR,” katanya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR