Gerakan Indonesia Maju Menolak RUU Anti Terorisme

Aksi penyanderaan di Rutan Mako Brimob dan rentetan aksi teror bom di Jawa Timur belakangan ini telah menyadarkan kita bahwa terorisme tidak bisa ditangani dengan aturan pidana. RUU Anti Terorisme meskipun dipaksakan melalui Perppu akan mendapat hambatan dengan alasan Hak Asasi Manusia (HAM). Pertimbangan itu yang menyebabkan Gerakan Indonesia Maju menolak RUU Anti Terorisme.

Ahmad F Ridha, Direktur Hubungan Masyarakat Indonesia Maju mengatakan, bahwa serangan teroris itu telah merusak persatuan.dan rumah kebamgsaan kita. Oleh sebab itu menurutnya,teroris harus menjadi musuh bersama.

“Serangan terorisme tersebut tidak hanya mengoyak nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga melukai persatuan dan kesepakatan-kesepakatan yang membentuk kebangsaan kita. Jadi terorisme adalah musuh bersama bangsa ini, karena berusaha meruntuhkan rumah kebangsaan kita,” tegas Ridha.

Dalam konteks ini lanjutnya lagi, tindakan terorisme merupakan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga dalam penanganannya diperlukan UU Keamanan Negara.

“Oleh sebab itu kami mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perppu Keamanan Negara” lanjut Ahmad kemudian.

Indonesia Maju mengutuk aksi terorisme dalam bentuk apapun. Oleh sebab itu, tegas Ridha, kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban dan keluarganya.

“Dan kami mendukung segala tindakan yang dilakukan oleh aparatur negara untuk menghapus terorisme dari bumi Nusantara,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR