Greenomic Tegaskan, Hasil Studi Tentang Zulkifli Hasan Juara Mengeluarkan Izin Perkebunan Adalah Fakta

foto: greepeace.org

Greenomics menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai pihak yang paling banyak memberikan izin perkebunan lewat pelepasan kawasan hutan saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Greenomics menyebutkan Zulkifli Hasan juara mengeluarkan Izin perkebunan dalam 13 tahun terakhir (dari 2004-2017).

Sebelumnya, Zulkifli Hasan saat ditanya mengenaii hasil kajian Greenomics, menyatakan bahwa ia masih melihat datanya, karena ia sudah tidak ingat lagi. Yang ia ingat pada saat itu, ia sedang mengupayakan program hutan tanaman rakyat.

“Saya masih lihat datanya karena zaman itu yang paling penting bagi saya saat itu adalah hutan tanaman rakyat. Ini respon karena pak Amien toh,” jawab Zulkifli, Jumat (23/3/2018).

Zulkifli kemudian menjelaskan tentang hutan tanaman rakyat. Saat itu ia menargetkan 3 juta hektar tapi kemudian hanya terealisasi sekitar 1.3 juta hektar. “Targetnya 3 juta hektar, tapi yang¬†berhasil kita bagi mungkin 1,3 juta (hektare), itu yang diteruskan sekarang sama pak presiden sebagai perhutanan sosial,” ujar Zulkifli.

Direktur Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi menegaskan, ijin yang diterbitkan semasa Zulkifli menjabat; setara hampir 70 persen dari total luas izin perkebunan yang telah diberikan kepada para pebisnis selama periode 2004-2017. Greenomics Indonesia menegaskan bahwa hasil studinya yang menunjukan Zulkifli tatkala menjadi menteri kehutanan telah mengeluarkan izin pembukaan kebun terluas adalah fakta.

“Zulkifli Hasan ketika menjabat Menteri pada periode 2009-2014 memang menerbitkan izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu hingga seluas 1,64 juta hektar, atau hampir 25 kali lipat luas DKI Jakarta. Dan itu bukan tuduhan , namun itu adalah fakta hukum,” ujar Vanda lewat pesan tertulis yang diterima indeksberita.com, Jumat (23/3/2018).

Vanda juga menegaskan bahwa studi Greenomics Indonesia tersebut mengacu pada fakta-fakta hukum berupa SK dan peta-peta lokasi perizinan, yang ditandatangani oleh Zulkifli Hasan saat menjabat Menteri.

“Maka kami tegaskan bahwa hasil studi tersebut sekali lagi bukan tuduhan, melainkan fakta-fatka yang dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Vanda.

Vanda menjelaskan, penegasan Greenomics ini untuk menjawab pemberitaan sebuah media on line yang menyatakan bahwa pernyataan pers Greenomics sebagai sebuah tuduhan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR