Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pastikan Sudah Mencopot Kepala Dinas yang Ditangkap KPK

Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Surabaya

Gubernur Jawa Timur Soekarwo pastikan, sudah mencopor dua kepala dinas yang ditangkap KPK. Jabatan dua Kepala Dinas di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, segera diganti setelah pejabatnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan jabatan Kepala Dinas tersebut, menurut Gubernur Soekarwo, sudah dialihkan kepada pelaksan tugas.

“Keduanya sudah ada pelaksana tugas. Gaji keduanya pun sudah dikurangi setengah. Jabatan itu dialihkan supaya pelayanan masyarakat di kedua dinas itu tetap berjalan.,” kata Soekarwo, saat menjadi pembicara di talk show bertemakan Menata Generasi Muda Bangsa menuju Indonesia Emas 2045 di Surabaya, (16/6/2017).

Sebagaimana terjadi, dua Kepala Dinas yang ditangkap KPK adalah Kepala Dinas Pertanian Bambang Heryanto dan Kepala Dinas Peternakan Rohayati. Mereka ditangkap KPK dalam dugaan keterlibatannya setor upeti ke Komisi B DPRD Jawa Timur. Sebelumnya KPK menggeledah ruangan, sekretaris dan rumah Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Basuki pada Senin, 5 Juni 2017.

Mereka ditangkap bersama ajudan Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat serta dua staf DPRD Jawa Timur Rahman Agung dan Santoso. Mereka diterbangkan KPK ke Jakarta, setelah Moch Basuki tertangkap di Prigen, Pasuruan pada Selasa, 6 Juni 2017.

Soerkarwo juga menyampaikan, sanksi bagi Anang, Agung, dan Santoso menunggu ketetapan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan. “Itu menunggu keputusan pengadilan,“ ujar Soekarwo.

Ia pun memastikan, tidak akan tidak ragu-ragu memecat anak buahnya yang terbukti melakukan korupsi. Menurut Soekarwo, tindakan kelima anak buahnya bersama Basuki dinilai sudah mencoreng upaya membangun pemerintahan yang bersih.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR