Gubernur Kaltara Targetkan Pembangunan Pasar Senilai Rp 29 Miliar Rampung Ahir 2019

Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie (tengah) saat meninjau pembangunan Pasar Panca Agung, Tanjung Palas, Bulungan Kalimantan Utara.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana sebesar kurang lebih Rp 29 miliar untuk membangun pasar Panca Agung, rakyat modern di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara. Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie melakui pesan tertulisnya, Rabu (14/2/2019) menginginkan pembangunan pasar ini bisa selesai sesuai target.

Sebagaimana kata Irianto, pembangunan pasar tersebut dilakukan dalam dua tahap, yang dimulai sejak 2018 lalu dan tahun ini kegiatan dilanjutkan tahap kedua dengan target selesai akhir 2019 nanti. Anggaran tahun lalu (tahap pertama) Rp 13 Milyar, sedang tahun ini sebesar Rp 16 Milyar.

“Tahun ini dilanjutkan dengan finalisasi. Alokasi anggarannya Rp 16 miliar. Tahun lalu, untuk tahap pertama kita alokasikan Rp 13 miliar lebih,” ujar Irianto.

Irianto memaparkan, pasar tersebut didesain secara modern, dengan dilengkapi ruko (rumah toko), pasar kering dan pasar basah. Setelah pembangunan gedung selesai, lanjut Irianto, akan dilanjutkan tahap seleksi pedagang yang akan menempati area yang sudah disiapkan oleh pemerintah itu. Hal ini ini, menurutnya agar ketertiban di Pasar tersebut tetap terjaga.

“Lokasi ini strategis dan ekonomis. Selain berada di Jalan Trans Kalimantan, perekonomian di Panca Agung juga cukup maju. Di sini ada banyak perusahaan perkebunan. Juga sudah ada bank pemerintah dan bank swasta,” ujarnya.
Selain pasar, di depan lokasi tersebut ada lahan milik pemerintah daerah yang nantinya akan dibangunkan semacam sub terminal atau tempat pemberhentian bus maupun angkutan umum masyarakat lainnya.

“Jalur ini setiap hari dilewati Bus Damri dari Tanjung Selor ke Malinau dan KTT (Kabupaten Tana Tidung). Jadi nantinya ada tempat pemberhentian di situ. Masyarakat yang di situ bisa berbelanja dan lain-lain. Ekonomi akan hidup nanti,” imbuh Irianto.

Pembangunan Pasar Panca Agung sendiri sudah dimulai sejak April 2018 lalu. Pasar ini bakal menampung seluruh pelaku usaha di Kaltara. Tak hanya dari Desa Panca Agung, namun juga para pedagang dari wilayah kecamatan lain di sekitar itu.

“Pasar ini nanti juga akan menjadi percontohan. Kalau memang ke depan manfaatnya bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan wilayah ini, kita akan bangun lagi di daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, bangunan pasar yang berlokasi di pinggir Jalan Trans Kalimantan itu sudah menyelesaikan pembangunan rangka beton. Pasar yang direncanakan dua lantai itu, berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare lebih yang merupakan hibah dari pemerintah desa setempat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR