Gunung Batu, Terlarang untuk Berfoto?

Wisata Alam

Hamparan alam terlihat indah di Gunung Batu, Jonggol, Kabupaten Bogor (Foto: Eko Octa / Indeks Berita)

JONGGOL, tidak hanya memiliki wisata alamair terjun yang populer dengan sebutan Curug Ciherang dan Cipamingkis. Gunung Batu yang memiliki ketinggian 875 meter dari permukaan laut juga menjadi obyek daya tarik tersendiri bagi para pendaki pemula atau wisatawan. Sebab, hingga saat ini pengunjung tidak dikenakan biaya masuk dan hanya dikutip biaya parkir.

Berjarak 55 kilometer dari Jakarta, obyek wisata di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ini ini kerap menjadi perlintasan alternatif menuju Puncak, Bogor. Trek yang terjal, menanjak, dan curam membuat perjalanan terasa melelahkan.

Hamparan gunung, bukit dan pepohonan memberikan kesan yang tak bisa dilupakan bagi para pendaki. Gunung Batu yang disebut juga dengan Bukit Batu, setiap akhir pekan, tidak pernah sepi dari pengunjung yang didominasi dari kalangan usia muda.

Lokasi Gunung Batu memiliki dua pintu masuk antara lain Tinggarjaya dan Tidar. Demikian dikatakan Hasan (45), warga setempat yang menjadi penjaga pintu.

“Di pintu Tinggarjaya, pengunjung bisa langsung masuk lokasi Gunung Batu. Tapi, bila menggunakan pintu masuk Desa Tidar, pengunjung akan dikenakan biaya parkir, biaya masuk dan biaya kemah,” tuturnya kepada indeksberita.com, Minggu (13/2/2016).

Gunung Batu, disebutnya selalu ramai pada hari libur Sabtu dan Minggu.

“Kalau hari biasa malah pengunjung rata-rata dibawah 10. Bahkan, lebih sering tidak ada,” lanjut Hasan.

Untuk mencapai bukit dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Meski tidak terlalu tinggi, namun pendaki diminta waspada, terlebih belakangan ini saat musim hujan. Sebab, jika jalan di kiri dan kanan yang menyisakan jurang terguyur air akan berakibat licin. Potensi tergelincir pun tinggi.

“Tahun lalu, tepatnya 3 Mei 2015 lalu, pernah terjadi kecelakaan tragis yang menimpa sepasang muda-mudi. Pengunjung asal Cileungsi tewas setelah terpleset dari atas puncak Gunung Batu setelah berfoto,” ujarnya.

Hasan menuturkan, korban yang bersama pasangan bermaksud berlibur saat hari Minggu. Tapi, naas menimpa setelah dia difoto pasangannya di puncak bukit. Korban meninggal terpleset dan jatuh dari atas puncak di kedalaman yang cukup curam.

“Saat itu kejadiannya kebetulan setelah hujan. Kemungkinan jalan licin membuat korban hilang kendali usai difoto, sewaktu akan turun dari puncak bukit,” tuntasnya. (eko)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR