Hari Musik Nasional Diperingati di Jogja

Foto poster Jogja Music Session, event untuk merayakan Hari Musik Nasional di Jogyakarta.

Menyambut peringatan Hari Musik Nasional, Kolaborasi Aktivis Budaya Yogyakarta (KOBAR) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pentas Jogja Music Session, kemarin malam (7/2) di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Jl. Sriwedari No 1. Enam group yang tampil yakni Rekoneko Band, Not Biru Band, Vocalista Angels Choir, Electric String Quarted Vord dan NDX AKA FAMILIA.

Dalam sambutan singkatnya, Ketua Panitia, Widihasto Wasana Putra mengatakan Jogja Music Session diadakan dengan sejumlah tujuan, yakni pertama upaya memaknai Hari Musik Nasional sebagai cara untuk memperkuat ingatan, kesadaran dan komitmen kolektif bangsa atas eksistensi dan pencapaian estetik serta kultural insan-insan musik Indonesia. Kedua, gelaran ini untuk menyatakan pentingnya meneguhkan keyakinan bahwa ide, kreativitas estetik dan kultural merupakan roh yang menghidupkan dunia musik nasional sebagai bagian dari peradaban bangsa Indonesia. Menurut Widihasto, Ekologi dan iklim kreatif harus terus diupayakan hadir dalam setiap zaman dan generasi.

“Tujuan terakhir diadakannya Jogja Musik Session, mendorong negara untuk memiliki strategi kebudayaan, politik budaya, regulasi dan politik anggaran yang berpihak pada jagat musik Indonesia,” tambah Widhasto yang juga merupakan direktur XT Square itu.

Hari Musik Nasional yang tepatnya pada 9 Maret adalah hari kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya, WR Supratman. Latar Belakang Panggung Bendera Raksasa Merah Putih membangun suasana nasionalistik. Suasana nasionalistik makin kental saat sebelum rangkaian acara didahului dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya versi tiga stansa.

Enam group yang tampil memukau kemarin malam adalah Not Biru Band. Penampil pertama ini adalah kelompok yang dimainkan penyandang disabilitas. Mereka memainkan musik yang “easy listening” dengan lirik-lirik sederhana dan memotivasi. Keikutsertaannya sebagai pesan moral agar publik semakin memiliki atensi terhadap difabel. Dua lagu dibawakan dengan apik, yaitu Kampung Dolanan dan Japemete.

Penampil kedua, group Orkes Keroncong Akar 8 yang berisikan pemain siswi-siswi pelajar sekolah. Mereka akan membawakan tembang-tembang pop yang dikeroncongkan. Tujuannya, agar menambah daya tarik generasi muda dengan musik keroncong. Mereka membawakan empat lagu di antaranya Gambang Semarang dan Munajat Cinta.

Berikutnya adalah Vocalista Angels Choir yang beranggotakan anak-anak desa dari Klaten dan sekitarnya. Group ini berulangkali menyabet medali emas di berbagai kejuaraan internasional World Choir Games di antaranya Shaoxing, China (2010) dan Cincinnati, USA (2012), sehingga menempatkannya pada posisi ke-8 ranking dunia dari 50 paduan suara terbaik di dunia. Kemarin malam membawakan empat nomor dua berbahasa Inggris, Indonesia dan Jawa. Dua lagu yang sangat memukau adalah karya abadi dari super group Queen, Behomian Rhapsody dan We are The Champion.

Rekoneko band adalah penampil keempat. Group ini piawai memainkan genre musik jazz. Rekoneko memiliki reputasi bagus, mereka langganan tampil di panggung musik jazz baik tingkat regional maupun nasional. Mereka tampil membawakan empat lagu diantaranya lagu dari Lee Retenour dan Krakatau Band.

Penampil menarik lain adalah Electric String Quarted Vord yang digawangi empat pemain violin dan cello yakni Danu, Ido, Joshua dan Ek. Kelompok ini sebelumnya tidak saling kenal. Mereka dipertemukan lewat media jejaring sosial facebook dan mulai mengukuhkan diri sebagai group musik instrumental yang aktif tampil diberbagai panggung kesenian sejak tahun 2005 silam.

Menurut Tika, MC yang berduet dengan Anang Batas, wajah para pemain Electric String Quarted Vord ganteng-ganteng. Mereka membawakan empat nomor di antaranya dari Bruno Mars.

Puncak acara Jogja Music Session ditutup penampilan group musik fenomenal asal Imogiri Bantul yakni NDX AKA FAMILIA. NDX adalah pelopor genre baru musik dangdut hip hop Jawa. NDX memiliki fans besar mulai kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa. Dalam perjalanan waktu lagu-lagu NDX yang dibawakan Nanda dan Fajar banyak dinyanyikan ulang oleh biduan dangdut kondang seperti Via Vallen dan Nella Kharisma. Mereka semakin menjadikan lagu NDX jadi hits di tanah air. NDX membawakan empat buah lagu. Di antaranya Bojoku Ditikung, Sayang, dan Ditinggal Rabi.

Uniknya kegiatan Jogja Music Session ialah gratis dan terbuka untuk umum. Masyarakat yang membawa tiket undangan yang diambil di Dinas Kebudayaan DIY, taman Budaya Yogyakarta, Kampayo XT Square, radio Sonora FM, radio Star Jogja FM dan radio Persatuan FM. Meski gratis, namun para pengunjung dihimbau membawa bahan Sembako non mie instan dan sayuran.

Himbauan bagi penonton Jogja Music Session semalam untuk membawa sembako direspon baik. Terkumpul beras 68,7 kg, gula pasir 66,7 kg, puluhan kantung minyak goreng, sejumlah teh, kopi, tepung terigu, susu kaleng, garam, kecap dan bihun. Mie instan tidak ada karena memang tidak disarankan. Setelah di mix dan di packing jadi 53 buah kantung sembako yang rencana akan dibagikan ke buruh-buruh gendong di pasar tradisional.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR