Hendardi: Negara Tak Boleh Tunduk pada Kelompok Intoleran

Foto: rijal/indeksberita

Ketua SETARA Institute, Hendardi menyampaikan pokok-pokok pikiran tokoh dan masyarakat sipil dalam menyikapi situasi pasca 411 dan rencana aksi 212 mendatang.

Menurutnya, penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian adalah satu-satunya jalan yang harus didorong sebagai jalan penyelesaian berbagai ketegangan.

“Karena itu Polri perlu melakukan penegakan hukum yang sungguh-sungguh, adil dan transparan,” tegas Hendardi di Jakarta, Senin (28/11).

Selanjutnya, sambung hendardi, negara tidak boleh tunduk pada kelompok intoleran, karena itu upaya penindakan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran baik dalam bentuk aksi ilegal, penyebaran kebencian, dan dugaan makar harus ditindak.

Potensi makar yang disinyalir oleh Polri, harus dipandang sebagai warning untuk pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan inkonstitusional.

“Saya percaya, bahwa pernyataan Kapolri didukung oleh data intelijen yang valid. Tetapi penindakan atas dugaan makar juga harus proporsional dan terukur, sehingga tidak menimbulka teror baru bagi warga yang hendak menyampaikan aspirasinya,” ungkapnya.

Selain itu, Polri harus memastikan bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka tidak menjadi preseden buruk pada pemajuan kebebasan beragama atau berkeyakinan.

“Polri harus mencegah penindakan yang berlebih untuk kasus-kasus yang menyerupai kasus yang dialami Ahok di beberapa daerah,” tukasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR