Hendardi : Pernyataan Panglima TNI Tentang Makar adalah Hoax, Mengganggu Proses Penyidikan Polri

Ada 3 hal menarik yang diungkapkan oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dalam acara bincang-bincangnya bersama Rosiana Silalahi di Kompas TV. Pertama, pernyataan Panglima TNI tentang makar sebagai hoax.

Pernyataan berikutnya, Panglima secara tegas menyatakan bahwa Ia sebagai Panglima TNI, Ia akan loyal kepada Presiden, Panglima Tertinggi TNI. Hal tersebut yang membuatnya tidak akan membawa TNI masuk ke dalam godaan berpolitik.

Terakhir Panglima menyatakan bahwa, TNI akan bersikap tegas pada organisasi yang mau mengganti ideologi negara Pancasila, dengan ideologi lainnya. Dalam hal ini, Panglima TNI menyebut bahwa HTI (Hitbuz Tahir Indonesia) sebagai salah satu organisasi yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

Menurut Hendardi, pernyataan TNI tentang makar, dan menyebutnya sebagai hoax, dapat mengganggu proses penyidikan dugaan makar yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian. “Seharusnya, sebagai elemen institusi negara, TNI memberikan dukungan pada institusi  Polri yang saat ini sedang melakukan penyidikan dugaan kasus makar terhadap sejumlah orang,” ujar Hendardi.

Dan menurut penilaiannya, Panglima TNI adalah tokoh penting dan berpengaruh, dengan adanya pernyataan itu, justru dapat merendahkan integritas institusi TNI sendiri.

“Pada batas-batas tertentu, pernyataan Gatot dapat dikualifikasi sebagai obstruction of justice, Betapapun pernyataan itu tidak ditujukan mengganggu penyidikan, sebuah pernyataan terbuka jelas menimbulkan dampak di tengah masyarakat,” ujar Hendardi lagi.

Hendardi juga menilai bahwa pernyataan Panglima TNI lebih menyerupai pernyataan seorang politisi. “Presiden Jokowi sudah semestinya mengingatkan Panglima TNI untuk tidak offside dalam berkomentar karena dapat mengganggu stabilitas keamanan,” pungkasnya.

Penyidikan Kasus Makar oleh Kepolisian

Seperti kita ketahui, dan sudah diberitakan oleh media ini sebelumnya, pihak Polri pada 2 Desember 2016, menetapkan tujuh orang sebagai terduga makar dan disangkakan dengan pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP. Dan pada tanggal 31 Maret 2017, jelang aksi 313, beberapa orang ditangkap lagi dan menjadi tersangka dengan pasal yang sama.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat ditanyakan mengenai kelanjutan kasus makar, menyatakan bahwa polisi sudah melalui prosesur dalam melakukan penangkapan. Masih menurutnya, walaupun mereka tidak ditahan, tetapi penyelidikan masih berlanjut. “Penyelisikan masih terus berlanjut, dan kami masih dalami,” ujar Irjen Setyo Wasisto.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR