Ilau dan Musyawarah Besar Dayak Agabag 2017, Memperkuat Persaudaraan Masyarakat Adat

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (Tengah) Membuka Ilau (Pesta Besar) dan Musyawarah Besar Dayak Agabag (20/11/2017) di Lapangan Sembakung Atulai, Nunukan-Kaltara (Foto Jusip Bakulit)

Dayak Agabag yang tersebar di Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Sebuku, Sembakung dan Sembakung Atulai (wilayah yang sekarang disebut Kabudaya) sampai kewilayah Sabah, mengadakan Ilau dan Musyawarah Besar Dayak Agabag ke VIII, dari tanggal 20-24 November 2017 di Kecamatan Sembakung Atulai, Nunukan-Kalimantan Utara.

Tujuan dari Ilau dan Mubes 2018 ini, menurut Lumbis, ketua panitia, sekaligus Ketua Dewan Adat Agabag tingkat propinsi, adalah untuk menperkuat persaudaraan masyarakat adat Agabag, sekaligus untuk membentuk kepengurusan Dewan Adat Agabag baru di semua tingkatan, dari desa sampai propinsi.

Ilau atau Irau sendiri, menurut Lumbis, adalah bahasa dayak untuk Pesta Besar atau Festival. Acara Ilau, selayaknya pesta, adalah sebuah kegembiraan yang diisi dengan nyanyian dan tarian daerah Dayak Agabag. Ilau berlangsung satu hari penuh, lalu disusul dengan Musyawarah Besar (Mubes) masyarakat Agabag.

Peserta Musyawaran Besar Dayak Agabag

“Mubes berlangsung empat tahun sekali. Dalam Mubes ini lah, dipilih kepengurusan baru Dewan Adat untuk semua tingkatan,” urai Lumbis pada pembukaan Ilau dan Mubes Dayak Agabag pada hari Senin (20/11/2017).

Ilau tahun ini diikuti oleh 3000 orang utusan dari kecamatan-kecamatan di Kabudaya. Mereka berpakaian adat lengkap dengan aksesorinya. Selain itu ILAU juga dihadiri oleh delegasi Dewan Adat masyarakat Adat Murut di Sabah, yang serumpun dengan Dayak Agabag, sejumlah 15 orang.

Pembukaan acara diresmikan oleh Bupati Nunukan Asmin Laura Hafidz. Dalam sambutannya, Laura yang beretnis Bugis, yang juga dalam momen ini menerima penghargaan sebagai warga kehormatan Dayak Agabag, merasa dirinya sebagai orang Dayak, karena selama ini ia merasa didukung dan dibantu oleh orang-orang Dayak. Demikian pula sebaliknya. Ia berharap agar dalam Mubes Dayak Agag nanti hasilnya lebih memberikan kontribusi positif dalam pembangunan.

Ilau dan Musyawarah Besar Dayak Agabag

“Entah disengaja atau tidak, saya lebih merasa diri saya sebagai orang dayak. Kita selama ini saling membantu. Saya berharap agar ILAU berkontribusi pisitif dalam pembangunan di Nunukan,” kata Laura

Dalam Ilau dan Mubes Dayak Agabag kali ini, diberikan penghargaan dan gelar kehormatan kepada 3 orang yang dianggap berjasa bagi masyarakat Agabag, yaitu kepada Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafidz, yang selalu memberi ruang dan mendukung kegiatan kebudayaan Masyarakat Dayak Agabag. Penghargaan diberikan juga kepada DR. Johanes Redjaban, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), yang meneliti selama 4 tahun dan mempromosikan budaya Dayak Agabag.

Serta penghargaan terhadap Teddy Wibisana, Ketua Umum Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat), yang melakukan pendampingan, serta membantu perjuangan masyarakat Dayak Agabag untuk mewujudkan DOB Kabudaya dalam bentuk menjembatani keinginan mereka, dengan pengambil keputusan di pusat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR