Indonesia Mengecam Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Kantor Kedubes AS di Yerusalem. Indonesia mengecam pembukaan Kedubes AS di Yerusalem tersebut. (sumber foto, reuters)

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) dari Tel Aviv resmi dipindahkan ke Yerusalem. Pembukaan Kedubes tersebut dilakukan pada Senin (14/5/2018), dan Indonesia mengecam pembukaan Kedubes AS di Yerusalem melalui Kementerian Luar Negeri RI.

Pemidahan tersebut sebagai tindak lanjut dari sikap Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Kecaman dari berbagai pihak berdatangan atas kebijakan Presiden Trump tersebut dan salah satunya datang dari Pemerintah Indonesia.

Lewat pernyataan yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas atas kebijakan AS itu.

“Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat,” demikian pernyataan Kemlu RI, Selasa (15/5/2018).

Secara tegas, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan Indonesia akan tetap mendukung Palestina. Secara keseluruhan, lewat keterangan resminya yang dikutip Indeksberita.com Selasa (15/5/2018), Retno menyebutkan lima poin tanggapan atas kebijakan Presiden AS Donald Trump tersebut.

Pertama, Indonesia mengecam keras kebijakan AS yang membuka Kedubesnya di Yerusalem. Kedua, langkah AS melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses perdamaian dan bahkan perdamaian itu sendiri.

Ketiga, Indonesia mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas.

Keempat, Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah AS.

Kelima, pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya.

Sebelumnya, saat membuka pertemuan tiga arah ulama Indonesia-Afghanistan-Pakistan di Bogor,Presiden Joko Widodo juga melontarkan kecaman atas pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Dalam kesempatan tersebut Jokowi menegaskan bahwa Palestina akan terus ada dalam napas diplomasi Indonesia.

“Indonesia mengecam keras keputusan itu (pemindahan kedubes AS ke Yerusalem). Keputusan itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” ucap Jokowi.

Untuk diketahui, Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem telah memicu protes besar di sekitar perbatasan Gaza. Sedikitnya 52 warga Palestina dikabarkan tewas dan ribuan lainya mengalami luka-luka saat bentrok dengan aparat keamanan Israel.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR