Indonesia Rebut 2 Emas dan 1 Perak Nomor Perorangan Turnamen Catur Piala Asia

IM Medina Warda Aulia meraih medali Emas pada turnamen Catur Piala Asia Online (Foto: Kristianus Liem)

Jakarta: Bertanding dari kawasan Puncak, Bogor, tiga pecatur Indonesia mencatat prestasi gemilang pada turnamen Catur Piala Asia yang dihelat secara daring (online) sejak 10 Oktober 2020. Prestasi itu dicatatkan GM Susanto Megaranto dan IM Medina Warda Aulia yang meraih emas, sedang IM Irene Kharisma Sukandar mendapat medali perak.

Susanto tampil sebagai pemain terbaik papan kedua di regu putra setelah berhasil mencetak 6 angka dari 7 babak (5 kali menang dan 2 kali remis), dengan rating performance 2530. Medali perak direbut GM Rogelio Barcenilla dari Filipina dengan rating performance 2463, dan medali perunggu direbut GM Parham Maghsoodloo dari Iran dengan rating performance 2421.

Sedangkan medali Emas Medina diraihnya di regu puteri. Medina yang bermain di papan kedua mencetak 6,5 angka dari 5 kali menang 3 kali remis dengan rating performance 2306. Medali perak direbut WIM Mobina Alinasab dari Iran dengan rating performance 2288 dan Perunggu diraih WIM Jan Jodilyn Fronda dari Filipina dengan rating performance 2082.

Pecatur putri Indonesia lainnya, IM Irene Kharisma Sukandar meraih medali perak dengan rating performance 2296. Irene yang main di meja satu membukukan 6 poin hasil dari 5 kali menang, 2 kali remis dan sekali kalah. Medali emas meja utama ini direbut WGM Vaishali R dari India dengan rating performance 2364. Perunggu diraih FM Bibisara Assaubayeva dari Kazakhstan dengan rating performance 2294.

“Sesuai dengan regulasi, pemberian medali perorangan per papan hanya dilakukan pada tahap 1 atau babak kualifikasi sebanyak sembilan babak. Pada tahap II atau babak perempat-final hingga final, tidak ada lagi medali perorangan karena sistem pertandingannya juga sudah berubah sehingga tidak memungkinkan lagi terpenuhi dengan standar yang sama,” kata manajer Tim Catur Indonesia, Kristianus Liem, dalam keterangan pers, Kamis (22/10/2020).

Kris menambahkan, pada pertandingan tahap I digunakan sistem Swiss, dimana setiap pemain yang bertanding sebanyak enam babak (5 babak untuk pemain papan 5 atau pemain cadangan) sudah bisa ikut memperebutkan medali perorangan. Sedangkan di tahap II pertandingannya menggunakan sistem gugur. Tim yang kalah langsung pulang, jadi paling banyak hanya main dua babak.

Pada turnamen ini, kriteria pemilihan pemain terbaik atau perebut medali setiap papan adalah rating performance, yaitu rata-rata rating lawan yang dihadapi dan dikalahkannya.

“Itu adalah kriteria yang paling fair dibandingkan kriteria-kriteria sebelumnya yang pernah berdasarkan banyaknya poin yang diraih,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sistem poin pemain yang timnya kuat dan main di meja atas tentu lebih sulit meraih poin dibanding pemain yang tim nya mainnya di meja bawah. Sementara, tidak semua pemain bermain penuh 9 babak pula.

“Pernah juga kriteria diubah berdasarkan persentase, dimana pemain yang poinnya lebih sedikit karena jumlah babak yang dimainkannya lebih sedikit tetap berpeluang mendapatkan persentase kemenangan yang lebih banyak,” tambah Kristinus.

Sistem ini pun, menurutnya, tetap masih terasa kurang fair karena tidak memasukkan unsur kekuatan lawan yang dihadapi. Akhirnya muncullah kriteria rating performance yang memasukkan unsur kekuatan lawan yang dihadapi dalam perhitungan mendapatkan medali pemain terbaik.

Untuk diketahu, Tim Catur Putera dan Puteri Indonesia pada turnamen ini berhasil lolos ke babak perempat-final yang akan dimainkan bersamaan pada hari Jumat (23/10) mulai pukul 10 waktu Abu Dhabi atau pukul 13.00 WIB.

Pad babak ini Tim putra Indonesia berjumpa tim Australia. Di tahap dua ini setiap tim akan bermain dua kali menghadapi tim yang sama. Jika lolos ke semi-final tim Indonesia akan menghadapi tim pemenang antara Iran vs Singapura.

Sementara tim putri Indonesia akan berhadapan melawan tim Iran. Jika lolos ke semi-final, tim putri Indonesia akan menghadapi pemenang antara tim Filipina vs Sri Lanka.

Kendati lawan yang akan dihadapi Indonesia pada babak perempat-final cukup berat, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi itu optimistis lolos ke semi-final.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR