Infrastruktur Jalan Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata Pulau Moa

Infrastruktur jalan penunjang pariwisata di Pulau Moa - Maluku Barat Daya. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Kenterian PUPR secara bertahap terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di pulau-pulau terdepan Indonesia. Dari rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR yang diterima indeksberita.com, Salah satu peningkatan infrastruktur jalan berada di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku yang memiliki pesona padang sabana, Pantai Perawan dan Gunung Kerbau.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hal tersebut merupakan pelaksanaan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

“Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Infrastruktur jalan penunjang pariwisata di Pulau Moa - pulau terluar di Maluku Barat Daya
Infrastruktur jalan penunjang pariwisata di Pulau Moa – pulau terluar di Maluku Barat Daya

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon, Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan rekonstruksi sebagian jalan dari Tiakur yang menjadi ibukota Kabupaten Maluku Barat Daya ke arah Weet sepanjang 7,55 km.

Dengan rekonstruksi tersebut, panjang jalan nasional di Pulau Moa di akhir tahun 2017 bertambah dari 20,4 km menjadi 27,9 km. Selain rekonstruksi, juga dianggarkan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh kontraktor PT. Bumi Selatan Perkasa dengan anggaran Rp 37,3 miliar.

Rekonstruksi dilanjutkan tahun 2018 sepanjang 6 km dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp 41,6 miliar oleh kontraktor PT. Multi Widya Pratama dan PT. Gema Karya Konstruksi (JO).

Rekonstruksi infrastruktur jalan sepanjang 6 km dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di Kabupaten Maluku Barat Daya
Rekonstruksi infrastruktur jalan sepanjang 6 km dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di Kabupaten Maluku Barat Daya

Kepala BPJN XVI Ambon Satrio Sugeng Prayitno mengatakan tantangan rekonstruksi jalan di Pulau Moa terkait kesulitan material bahan baku pembuat aspal. “Dilakukan inovasi dengan menggunakan material lokal salah satunya batu karang. Hal ini juga bisa memangkas biaya bahan baku,” kata Satrio dalam rangkaian peninjauannya ke Pulau Moa, Leti, Kisar, Wetar, dan Lirang.

Menurut Satrio, peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi infrastruktur jalan khususnya jalan yang ada di pulau terluar di Maluku. Perjalanan dimulai sejak Kamis, 26 April 2018 dari Pulau Ambon menggunakan pesawat ke Pulau Moa sebagai pulau pertama yang dikunjungi dan direncanakan berakhir pada Senin, 30 April 2018.

“Jalan nasional yang ada di Pulau Moa sebagai penghubung antar desa, memudahkan masyarakat ke bandara dan pelabuhan,” tambah Satrio.

Luas wilayah Pulau Moa yaitu 959 Km2 yang terdiri dari 8 Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 7.257 jiwa. Ketersediaan infrastruktur jalan akan mengembangkan potensi ekonomi seperti peternakan kerbau dan perkebunan jagung, kelapa, jambu mete juga kacang yang menjadi sumber penghasilan masyarakat di Pulau Moa.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR