Inilah Sembilan Bendungan yang Rampung Tahun 2018

Bendungan Rotiklot di NTT bendungan yang rampung tahun 2018 (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) menargetkan sembilan bendungan yang rampung tahun 2018. Nendungan tersebut dimulai pembangunannya tahun 2015.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru. Pembangunan bendungan merupakan wujud Nawa Cita untuk mencapai ketahanan pangan dan air nasional.

Bendungan Mila di NTB (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bendungan Mila di NTB (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Pada bulan Maret akan rampung Bendungan Rotiklot di NTT, dilanjutkan dengan Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano di NTB, Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, serta Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Bendungan Bintang Bano NTB (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bendungan Bintang Bano NTB (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Total kapasitas tampung dari sembilan bendungan tersebut mencapai 288 juta m3. Menteri Basuki menambahkan selesainya bendungan akan diikuti pembangunan jaringan irigasi yang mendapat suplai air langsung dari bendungan yang disebut irigasi premium. Dengan demikian suplai air dari bendungan yang dibangun dengan biaya besar, dapat dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah petani.

Bendungan Rotiklot di NTT bendungan yang rampung tahun 2018 (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bendungan Rotiklot di NTT bendungan yang rampung tahun 2018 (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Bendungan yang akan selesai tahun ini yakni Bendungan Rotiklot terletak di Kabupaten Belu memiliki kapasitas tampung sebesar 3,3 juta m3. Bermanfaat untuk penyediaan air baku sebesar 40 liter perdetik, dan irigasi seluas 139 hektar. Biaya pembangunannya sebesar Rp 468 miliar.

Tiga bendungan di NTB yang akan selesai pada tahun 2018 ini yakni Bendungan Tanju, Mila, dan Bintang Bano. Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu NTB memiliki kapasitas tampung sebesar 18,27 juta m3, memberi manfaat sebagai sumber air irigasi seluas 2.250 ha serta air baku sebesar 1,47 m3/detik. Untuk Bendungan Mila kapasitas tampungnya sebesar 12,27 juta m3 yang digunakan untuk sumber air baku sebesar 1,47 m3/detik. Kedua bendungan ini dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 357 miliar.

Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Besar dengan kapasitas sebesar 65,87 juta m3 untuk irigasi seluas 21.454 ha dan sumber air baku sebesar 0,55 m3/detik. Biaya pembangunannya sebesar Rp 667 miliar.

Bensungan Gondang di Jawa Tengah (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bensungan Gondang di Jawa Tengah (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Di Provinsi Jawa Tengah ada Bendungan Gondang dan Logung yang ditargetkan selesai tahun 2018. Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar memiliki tampungan sebesar 9,15 juta m3 untuk air baku sebesar 0,2 liter/detik dengan anggaran Rp 617 miliar. Bendungan Logung di Kabupaten Kudus memiliki kapasitas tampung 20,15 juta m3 untuk mengairi lahan irigasi seluas 2.281 ha, air baku 0,2 m3/detik, dan pengendali banjir. Biaya pembangunannya mencapai Rp 604 milyar.

Bendungan Logung di Jawa Tengah (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bendungan Logung di Jawa Tengah (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Bendungan Sei Gong di Batam, Kepulauan Riau memiliki kapasitas tampung 11,80 Juta m3 yang akan mensuplai air baku di Pulau Batam sebesar 0,4 m3/detik. Biaya pembangunannya sebesari Rp 238,44 miliar.

Bendungan Sei Gong di Pulau Batam Kepri (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR).
Bendungan Sei Gong di Pulau Batam Kepri (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR).

Di Provinsi Banten, akan rampung Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang, yang memiliki kapasitas 9,26 juta m3. Manfaatnya untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.000 ha, sumber air baku 0,80 m³/det dan pengendali banjir. Biaya pembangunannya sebesar Rp 427 miliar.

Bendungan Sindang Heula di Provinsi Banten (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Bendungan Sindang Heula di Provinsi Banten (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Terakhir Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan memiliki kapasitas tampung sebesar 138 juta m3, yang akan bermanfaat mengairi lahan irigasi seluas 7.000 ha, penyediaan air baku sebesar 0,3 m3/detik dan pengendali banjir, dibangun dengan anggaran sebesar Rp 471 miliar.

Bensungan Paselloreng Sulawesi Selatan (Biro Komunikaai Publik Kementerian PUPR)
Bensungan Paselloreng Sulawesi Selatan (Biro Komunikaai Publik Kementerian PUPR)

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR telah merampungkan sebanyak 8 bendungan yakni Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur, Titab di Bali, Raknamo di NTT serta Teritip di Kalimantan Timur.

 

(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR