ISIS Ada Di Sekitar Kita

Mapolres Dharmasraya ludes dibakar orang tak dikenal pada Minggu (12/11/2017) dini hari (istimewa)

Aksi pembakaran Mapolres Dharmasraya pada Minggu 12 November 2017 jangan dianggap sebagai aksi putus, yang tidak terkait dengan aksi teror lainnya. Aksi pembakaran Mapolres tersebut, jangan pula dianggap tidak akan berkesinambungan.

Harus juga diperhatikan, ada logo ISIS di jacket yg dikenakan para pelaku. Dan di saku mereka, ditemukan pula secarik kertas berisi pesan Jihad.

Jihad yg dimaksud oleh pelaku tentu saja bukan Jihad ala Rasulullah SAW maupun para Sahabat. Jihad yang mereka maksud adalah jihad ala Abubakar Al Bagdadi (Pemimpin ISIS) yg mana melenyapkan orang yang tidak sealiran, adalah jalan syurga.

Mereka Selalu Tunjukan Eksistensi

Memang kemudian ada yang mengkritisi adanya simbol IS8S dan pesan jihad dari para pelaku. Bukan hanya mengkritisi, bahkan menyanggah. Mereka mempertanyakan, bahkan menuduh bahwa simbol ISIS dan pesan jihad yang ada di pelaku, sengaja diletakan oleh pihak keamanan.

Sikap kritis dan sanggahan mereka, biasa ditunjukan dengan pertanyaan: Buat apa pelaku teror meninggalkan jejak? Bukankah seharusnya mereka bersih dari simbol-simbol yang mengarah ke kelompok mereka agar tidak bisa diusut pihak keamanan?

Adanya pertanyaan tersebut, menunjukan ketidak-tauan mereka terhadap ISIS. Adanya simbol-simbol yang ditinggalkan pelaku yang terkait dengan ISIS, tak lepas dari ciri-ciri Militan ISIS selama ini. Tindakan kriminal mereka adalah tindakan kriminal dengan motif politik, yang selalu ingin tampil dan ingin mendapat pengakuan.

Berbeda dengan militan Al Qaeeda yg hampir tidak pernah memberikan pertanda yang menunjukan eksistensi mereka, dalam aksi aksi yang mereka lakukan, kecuali aksi dengan dampak besar. Sedang ISIS selalu meninggalkan jejak dan identitas.

Kenapa aksi pembakaran Mapolres Dharmasraya itu dapat berkelanjutan ? Karena pasca kejadian, beberapa group telegram memuji-muji aksi pelaku sebagai jihadis. Dan tidak sedikit pengguna media sosial yang terang-terangan mendukung aksi tersebut.

Menyimak dan mengamati aksi-aksi teror di Timur Tengah, disamping aksi nyata (teror fisik) ISIS juga menggunakan media sosial untuk melancarkan propaganda. Mereka akan berusaha menjual konsep-konsep ideologi dengan bumbu-bumbu agama. Tak jarang mereka akan menyampaikan risalah yang menggugah semangat tentang keindahan Islam guna menanamkan simpati publik terutama orang yang baru belajar agama.

Setelah publik masuk dalam hipnotisasi, mereka akan memasukan doktrin-doktrin kekhilafahan Al Bagdadi, di fikiran publik secara pelan namun pasti. Sehingga saat ini tak jarang,orang yang berpendidikan dan notabene publik figur, justru berfikiran mundur ke belakang dan cenderung radikal. Semuanya terjadi karna pengaruh yang ditanamkan oleh agen-agen ISIS secara pelan-pelan.

Contoh paling mudah adalah Syiria (Syuriah) negara yang kaya raya, kini porak poranda karena sepak terjang ISIS. Mereka melakukan propaganda pada publik untuk membenci pemerintahan yang sah. Bahkan dengan kejam mereka lakukan pembantaian terhadap rakyat sipil Allepo, sambil memainkan tipu muslihat mereka, dengan mengabarkan pada dunia, bahwa pemerintah Bassar Al Assad yang melakukannya. Mereka menyebarkan hoax melalui postingan-postingan provokatif melalui media dan akun-akun media sosial mereka.

Kita memang mengecam segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan rejim Asaad. Namun logika saja, jika memang Rezim Assad adalah pelaku pembantaian rakyat sipil di Allepo, tidak mungkin Rakyat Aleepo bersuka cita merayakan kemenangan Militer Syiria atas ISIS beberapa waktu lalu.

Benang merah dari Syiria pada Indonesia adalah, saat ini semakin masif aksi-aksi baik lewat media sosial dan nyata yang mengakatan bahwa Rezim Jokowi anti Islam sebagaimana ISIS melakukan propaganda dengan mengatakan Bassar Al Assad anti Suni. Ketika publik sudah terhasut dengan propaganda sektarian, maka ISIS dan para pendukungnya akan bangkit seketika untuk unjuk kekuatan dengan kedok sedang memperjuangan syariat Islam.

Tujuanya jelas, menguasai NKRI dan menjadikan wilayah Nusantara ini dalam genggaman mereka. Maka jangan dianggap remeh, karena bisa jadi aksi Pembakaran Mapolres Dharmasraya itu adalah awal dari tampilnya ISIS secara nyata di Indonesia,atau justru mereka sdh ada di sekitar kita. Kepada yang masih mencintai NKRI dalam kedamaian dan keindahan, waspadalah !!!

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR