ITS Surabaya Luncurkan Motor Listrik Gesits

Surabaya – Tampilannya tak jauh beda dengan motor skuter matic yang sekarang beredar di masyarakat. Namun ada perbedaan mencolok dari motor listrik produksi mahasiwa teknik mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini ramah lingkungan, tak menghasilkan polusi, dan tentu saja tak berisik.

Gesits, itulah nama motor yang diproduksi mahasiswa yang berkampus di kawasan Sukolilo, Surabaya ini. Dipilihnya nama Gesits menurut Ketua Riset, Muhammad Nur Yuniarto, merupakan akronim dari Garansindo Scooter ITS (Gesits), yang mana PT Garansindo Inter Global, agen pemegang merek (APM) kendaraan bermotor di Indonesia. Kali ini sebagai partner pembuatan motor listrik bersama akademisi ITS.

“Kebetulan bekerja sama dengan ITS, jadi enak disingkat. Tentulah pemilihan nama tersebut sesuai harapan yaitu segesit penggunaan yaitu cekatan yang mempunyai kata sifat tangkas,“ kata Yuniarto, saat ditemui di Graha ITS, Surabaya Kamis, (10/11/2016).

Masih kata Yuniarto, motor skuter listrik ini paling canggih dan paling inovatif di kelasnya. Menurutnya, karena penampilannya tak jauh berbeda dengan motor skuter matic yang sudah ada beredar di masyarakat. “Namun yang membedakan Gesits bertenaga listrik,“ ujar Yuniarto.

Gesits menggelar tour de Jawa-Bali. Peserta langsung dilepas oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir dari Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta.

Gesits sendiri sudah melakukan pre-launching sejak awal 2016 dan terima pre-order secara massal di 2017 mendatang. Oleh sebab itu, kali ini terlebih dulu sudah menjalani tahapan uji coba, termasuk uji dyno dan komponen Gesits untuk 10 unit sudah disiapkan pada bulan Oktober kemarin. Seluruh unit ini sudah menjalani uji safety dengan standar UNR136 dan ISO 13064-1 dan 2.

Tour de Jawa – Bali adalah bagian dari hal tersebut, yaitu untuk menguji performa motor listrik Gesits. Hal ini diakui juga oleh Yuniarto, bahwa touring ini lebih dari sekadar pengujian tapi sekaligus sebagai ajang sosialiasi Gesits kepada masyarakat.

“Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Gesits diyakini mampu akan mendapat tempat di hati masyarakat,“ ucap Yuniarto.

Ia juga menjelaskan, motor listrik Gesits menggunakan tenaga listrik bukan berarti tidak aman. Menurut Yuniarto, untuk menjaga keamanan pengguna, baterai sebagai sumber daya berada di bawah jok yang sudah didesain dan terlindung dari hujan.

“Kami jamin tidak akan ada masalah, ” tandas Yuniarto. Namun, Yunianto mengakui, seperti baterai ini masih mengimpor dan menggunakan merek Panasonic. “Jadi belum semua komponen kita kuasai, “ Yuniarto melanjutkan.

Sedangkan CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah menyampaikan, melalui Gesits ini Indonesia dapat membuktikan kemampuan sumber daya bangsanya.

“Kami berharap skuter listrik Gesits dapat menjadi pionir dalam industri otomotif karya anak bangsa, serta menjadi inspirasi dan motivasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tentunya terus melakukaninovasi dalam mewujudkan kemampuan dan mimpinya,” ujar Al, panggilannya.

Selanjutnya itu Al, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas dukungannya. Gesits, harapnya, dapat menjadi solusi kendaraan alternatif untuk menuju kemandirian ekonomi dan mendukung Go Green.

Perlu diketahui, baterai listrik yang disematkan di Gesits memiliki daya 5 KW. Dengan daya motor sebesar itu sudah memungkinkan pengendara untuk memacu Gesits hingga 100 km/jam. Daya jelajah Gesits didukung dengan dua macam kapasitas baterai yang bisa dipilih yakni 5 KW maupun 3 KW.

Pola berkendara masyarakat Indonesia pada umumnya 60-10 km/jam, maka untuk sekali pengisian penuh Gesits dapat digunakan untuk berkendara sejauh kurang lebih 100 km/jam.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR