Jatim Reggae Star Festival 2017 Mungkinkah Batu, Malang Raya, Menjadi Kota Reggae Indonesia?

Konprensi Pers 'Jatim Reggae Star Festival 2017, yang berlangsung di Sallo Innyan Coffee, Tebet, Jakarta Selatan (24/11/2017). Foto Budi ACE

Memilih Kota Batu, Malang. menjadi Ikon Musik Reggae di Indonesia, merupakan impian terbesar seorang musisi asal Kota Apel Malang, Bastian dari grup band Reggae, Cozy Republic.

“Sejarah mencatat bahwa Malang adalah kota musik di Indonesia. Industri konser musik juga dimulai dari Malang. Dan sampai hari ini, jika musisi belum oernah manggung di Malang, belum dianggap keren sebagai anak band. Jadi tidak berlebihan jika kelak, Malang menjadi Kota Reggae Indonesia, karena komunitas penggemar musik asik ini, tersebar luas di kota ini,” papar Cozy, vokalis sekaligus gitaris dari Cozy Republic ini, dalam Konprensi Pers ‘Jatim Reggae Star Festival 2014’, yang berlangsung di Sallo Innyan Coffee, Tebet, Jakarta Selatan pada Hari Selasa lalu (21/11/17).

Cozy menambahkan, impian tersebut tetaplah sebuah impian jika tidak dikerjakan mulai sekarang. Sekitar 5 tahun silam, dalam sebuah kesempatan, ia menyebut, bahwa setelah OI-nya Iwan Fals dan Slanker-nya Slank, maka komunitas musik yang akan membesar dan makin solid di tanah air, adalah para penggemar musik Reggae.

“Hari ini dan kelak akan terbukti. Setidaknya sejak ‘Bali Reggae Star Festival dihelat tahun 2015 silam, indikasi atas besarnya enerji komunitas dari Skena Reggae tersebut mulai terkuak nyata, kata Cozy.

IMG-20171124-WA0032

Bahkan, pada Bali Reggae Star Festival 2017 akhir Oktober llau, komunitas pecinta musik yang dipopulerkan oleh legendarus, Bob Marley asal Jamaica ini, semakin membesar dalam sekala Bali saja. Apalagi jika melihatnya dalam sekala yang lebih luas, diseluruh wilayah Jawa atau dipelosok tanah air.

“Saya adalah saksi mata atas sejarah musik Reggae masuk Indonesia. Saya tahu persis siapa para pelakunya, siapa yang masih eksis dan terus bertahan, serta dimana saja komunitasnya yang berkembang di wilayah Indonesia,” ungkap Tony Q, yang merupakan sosok berpengaruh dibalik perhelatan akbar ‘Bali Reggae Star Festival’.

“Mas Tony adalah musisi Reggae yang pertama kali bilang pada saya, jika bikin konser musik harus ada pesan moral didalamnya. Jangan hanya sekadar menghibur, tapi juga memberi aksi nyata, seperti bantuan sosial sebelum bencana datang,” terang Agung, penggagas Reggae Star Festival yang kini tertantang untuk mengulangi kesuksesannya di Bali, dengan memilih Kota Batu, Malang dan menunjuk Ferry HK untuk menjadi Promoter dari festival musik Reggae tersebut.

“Saya tertarik untuk mengelola Jatim Reggae Star Festival, selain karena saya menyukai musik Reggae, dan oernah bermain bersama Mas Tony Q di Rastafara, saya juga menyukai konsep Konser Amal yang mereka usung,” ungkap Ferry, dari Bangga Indonesia, yang berharap setelah Kota Batu, konser serupa akan digelar di Palu dan Medan.

Jika Reggae Star Festival di Bali, memberikan bantuan sosial berupa makanan dan dana bagi para pengungsi Korban Erupsi Gunung Agung. Maka untuk Kota Batu, Agung menyerahkan kepada promoter dan musisi di Malang Raya, kemana bantuan sosial akan diberikan dan dalam bentuk apa bantuannya yang akan diambil dari hasil penjualan tiket ‘Charity Concert Jatim Reggae Star Festival 2017’ yang akan berlangsung di Stadion Brantaa, Batu, Malang Raya.

IMG-20171124-WA0033

Selain Toni Q yang menjadi magnet utama konser amal tersebut, sejumlah grup Reggae lainnya seperti  Cozy Republik, Steven Jam, Denny Frust, Geranium Reg Hunajang, Cah Jember, Tropical Forest Malang, Malang Dub Foundation, Rainbow Skankin Belitung dan pahlawan musik lokal lainbya, yang akan menjadi line up festival.

“Melibatkan musisi lokal adalah konten utama dari festival ini. Apalagi di wilayah Jawa Timur, banyak band reggae yang bisa mendatangkan komunitas penikmat musik Reggae hingga duabm puluh ribu orang,” terang Agung ompenuh antusiasme.

Perkiraan Ferry HK, mantan drummer Rastafara, selaku Promoter Jatim Reggae Star Festival ini, bakal mrnjadi pertemuan Reggae mania terbesar di Jawa Timur.

“Kita semua nanti akan membuktikan bersama apakah Batu, Malang Raya, kelak bisa dinobakan sebagai Kota Reggae Indonesia, dengan menbuktikan seberapa besar komunitas yang akan hadir menyakdmsikan konser ini ” imbuh Ferry, penuh harapan agar tiket yang disediakan dengan target 50.000 orang habis terjual.

Akhirnya Toni Q mengaku bangga bahwa ternyata musik reggae di Indonesia masih bertahan dan bahkan saat ini semakin berkembang. Indikasinya bisa ditelusuri pada penyanyi Via Vallen, yang lagi melambung namanya, karena ramuan Dangdut Koplo berbasis musik Reggae dalam sejumlah lagunya.

“Alhamdulillah, komunitas pecinta Reggae dan musisinya semakin berkembang dan dianggap sejajar dengan komunitas penggemar musik Dangdut. Semua ini karena kerja keras para musisinya yang tetap konsisten menjalani karirnya dan terus berkarya,” imbuh Tony Q, sembari berharap tanggal 16 Desember 2017, Stadion Berantas, Kota Batu, dipenuhi komunitas musik Reggae dari seluruh pelosok Jawa Timur.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR