Jemaah Haji Kloter 1 Padang Mendarat di Madinah

Jemaah Haji kloter 1 embarkasi Padang (17/7/2018l mendarat di Bandara Abdullah Mohammed Abdul Aziz (Amaa) Madinah, Arab Saudi. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat)

Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Kuwat Hudoyo menyerahkan secara simbolis alat pelindung diri (APD) kepada jemaah haji kloter 1 Padang yang mendarat hari ini di Madinah. Sebanyak 387 jemaah dan 5 petugas kloter tiba dengan selamat. Setelah melakukan perjalanan panjang, hari ini (17/7/2018) pukul 11.35 waktu Arab Saudi, kloter pertama embarkasi Padang mendarat di Bandara Abdullah Mohammed Abdul Aziz (Amaa) Madinah, Arab Saudi.

Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel beserta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Kemenkes dan Kemenag menyambut jemaah di loby terminal Haji Bandara Amaa.

Penyambutan ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dari ketua kloter kepada Duta Besar dilanjutkan dengan penyerahan APD kepada jemaah oleh Sesditjen Kesmas dan Perwakilan dari Kemenag.

Kuwat menyampaikan rasa syukurnya karena jemaah yang berangkat semua sehat, hanya ada 1 jemaah yang sedang diobservasi.

“Ada satu yang di klinik tapi tidak ada hal yang serius, hanya perlu diobservasi. Ini tanggung jawab kita semuanya termasuk TKHI (tenaga kesehatan haji Indonesia) untuk memantau kesehatan semua jamaah. Harapan kami 392 datang, pulang juga 392 jemaah dengan kondisi tetap sehat. Jaga kesehatan dan ikuti petunjuk dari tim kesehatan yang ada di Arab Saudi,” kata Kuwat.

Pada kesempatan tersebut Kuwat berpesan agar calon jemaah haji waspada terhadap heatstroke karena cuaca saat ini di atas 40 derajat celcius. Kuwat meminta para TKHI dibantu oleh tim promotif preventif (TPP) yang sudah ada, untuk menghindarkan calon jemaah haji dari heatstroke.

“Untuk mencegah terjadinya heatstroke, hindari kena terik matahari secara langsung; banyak minum air putih; jangan memaksakan diri untuk melakukan kegiatan di luar tempat tinggal karena begitu panas,” pesan Kuwat.

Jemah Haji Indonesia menerima alat kesehatan di Madina
Jemah Haji Indonesia menerima alat kesehatan di Madina

Selain itu, calon jemaah haji juga diimbau agar hati-hati terhadap penularan MERS-CoV untuk tidak dekat-dekat dengan unta.

“TKHI harus memantau jangan ada yang selfie dengan unta, karena kita masih cukup harus waspada. Saya harap datang 392 dan pulang 392 juga, sehat. Dan Insya Allah ibadah hajinya mabrur,” tambah Kuwat.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa kondisi jemaah tahun ini lebih baik.

“Hasil pantauan kami dari beberapa kloter yang telah berangkat kondisi kesehatan jemaah haji lebih baik jika dibandingkan pada tahun yang lalu. Jemaah tampak lebih sehat dan bugar. Mereka lebih awal dilakukan pembinaan di kabupaten kota,” tegasnya.

Eka menambahkan, di bandara Madinah dan Jeddah juga di siapkan Tim PPIH bidang kesehatan Bandara. “Tim PPIH ini selalu siap melayani jemaah saat tiba di Bandara dan saat kepulangan

Andri, perawat yang bertugas sebagai TKHI pada kloter pertama embarkasi Padang ini, yang mendampingi jemaah mengaku telah memberi pengarahan kepada jemaah.

“Kami arahkan dulu sebelum dia berangkat. Kami minta streching (senam peregangan) di tempat. Sering minum karena waktu di pesawat dingin, kita tidak merasakan haus, tapi tahu-tahunya kita dehidrasi,” kata Andri.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, TKHI telah meminta calon jemaah haji untuk membawa obat yang sesuai dengan kebutuhannya berapa hari jemaah di Tanah Suci.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR