Jika Diminta, Banser Siap Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018

Banser NU saat mengikuti Apel Kesetiaan Pancasila di Sumatera Sumatera Selatan tahin 2014 (foto istimewa)

Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan kesiapsediaanya apabila diperlukan oleh aparat kepolisian dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas kepada awak media mengatakan bahwa dalam hal membantu kepolisian, GP Ansor akan menerjunkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Dan menurut Yaqut, Banser siap amankan perayaan natal, dengan ikut menjaga tempat ibadah umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal sebagaimana yang sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

“Itu bentuk kepedulian kami untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Bukan hanya umat Islam, semua warga negara harus diayomi, dijaga,” ingkap Yaqut , Minggu (24/12/2017).

Keterlibatan GP Ansor dengan ikut membantu aparat dalam mengamankan perayaan Natal ,menurut Yaqut, merupakan wujud dari upaya menjaga Indonesia dari semua gerakan yang mengancam NKRI dan keberagaman Indonesia.

‚ÄúSetiap bentuk intoleransi yang tujuannya memecah belah umat beragama, merongrong keutuhan NKRI, kita akan lawan,” tegas pria yang akrab dipanggil Gus Yaqut tersebut.

Gus Yaqut juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mau ambil pusing dengan tuduhan ‘miring’ yang dilontarkan pihak-pihak tertentu apabila Banser terlibat penjagaan Gereja. Pasalnya menurut Gus Yaqut, Banser hakikatnya tidak menjaga Gereja melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam membantu aparat kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua warga negara,Yaqut juga menguraikan bahwa Banser bukan hanya siap untuk menjaga Gereja semata. Namun ia menandaskan bahwa Banser juga siap untuk terlibat pengamanan di tempat-tempat ibadah lain.

“Tidak hanya menjaga Gereja. Tapi GP Ansor siap memgamankan tempat-tempay Ibadah agama lain apabila diperlukan,” tandasnya.

Untuk itu Gus Yaqut berpesan berpesan kepada seluruh kader Ansor, termasuk Banser, untuk tidak berkecil hati ketika dihujat hanya karena ingin menjaga Indonesia. Menurutnya, para kiai yang sudah jelas memiliki ilmu agama tinggi dan rendah hati saja juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila.

“GP Ansor akan berhenti untuk melakukan hal demikian (menjaga tempat -tempat ibadah agama lain) apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI binasa dari negeri ini,” tegasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR