Jokowi Ingin PLTA di Kaltara Menjadi Mercu Suar Perekonomian Perbatasan

Salah satu kendala keterlambatan sebuah pembangunan di era milenium ini adalah tidak lancarnya pasokan listrik. Hal tersebut merupakan sebuah alasan yang tak terbantahkan mengingat listrik ibarat ‘nyawa’ dalam berbagai produksi. Untuk itu lah mengapa PLTA di Kaltara (Kalimantan Utara) akan dibangun, untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah perbatasan.

“Apalagi untuk Kalimantan Utara ini, listrik merupakan sarana vital keberlangsungan produksi dalam skala besar maupun kecil,” ujar Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Dedy Sitorus di Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (3/2/2019).

Mega proyek PLTA di Kaltara direncanakan menelan anggaran sedikitnya US$ 19 Miliar tersebut ungkap Dedy, kelak akan mampu mensuply energi ke seluruh wilayah Kaltara bahkan sebagian Kalimamtan Timur. Dengan adanya pasokan listrik yang lebih dari cukup tersebut, otomatis pabrik-pabrik akan berdiri yang tentu saja imbasnya adalah semakin terbukanya lapangan kerja di Kalimantan Utara.

“Seiring terbangunya PLTA tersebut, Pemerintah juga akan membuka pintu-pintu industri yang imbasnya adalah semakin terbuka lapangan kerja, yang dengan hal tersebut otomatis perputaran uang di Kalimantan Utara ini semakin meningkat,” papas Dedy.

Ketika disinggung kapan pembangunan Mega Proyek PLTA di Kaltara tersebut akan dimulai, Politisi PDIP tersebut mengungkapkan bahwa saat ini sudah dalam tahap pematangan dari Perencanaan. Hal tersebut menurut Dedy, karana Pemerintah juga berkomitmen harus mempunyai mayoritas Saham dari setiap investasi yang ada di wilayah NKRI.

“Tapi tahun ini yang bekerjasama dengan Inalum sudah akan dibangun sekitar 2.000 Mega Walt,” ungkapnya.

Mega Proyek tersebut, lanjut Dedy merupakan bukti bahwa Pemerintah konsisten dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia terlebih dalam membangun dari pinggiran sesuai Nawacita.

“Ya, itu bagian dari meratakan pembangunan demi kesejahteraan rakyat terutama sebagai konsistensi membangun dari Pinggiran sebagaimana Nawacita,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, PLTA di Kalimantan Utara ini nantinya akan membendung Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Pembangkit listrik berkapasitas 9.000 Megawat (MW) tersebut nantinya akan menjadi PLTA kedua terbesar se-Asia setelah PLTA Three Gorges Dam di Sandouping di China.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR