JR Saragih Akan Menggugat KPU Sumut ke Bawaslu Besok

Foto JR Saragih Bakal Calon Gubernur Sumut. KPU Sumut Mencoret JR Saragih Sebagai Calon Gubernur Sumut Karena Tidak Memenuhi Syarat Pencalonan. Foto : Shah/Indeksberita.com@

MEDAN — Calon Gubernur Sumatera Utara yang diusung Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Jopinus Ramli Saragih atau yang akbar disapa JR Saragih akan menggugat KPU Sumut atas keputusan pleno yang mencoret paaangan JR Saragih dan Ance Selian sebagai pasangan calon gubernur Sumut dan wakil gubernur Sumut periode 2018 – 2023.

Gugatan itu kata Ance Selian, akan didaftarkan besok siang ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut. Menurut Ance, JR Saragih tidak ingin terburu – buru mendaftarkan gugatan karena masih ada waktu hingga besok.

“Sore ini kami rapat di JR Ance Center dengan tim hukum yang partai pengusung termasuk PKB.Yang pasti gugatan tidak didaftarkan hari ini karena masih ada pembahasan di internal. Insya Allah besok,” kata Ance kepada Indeksberita.Com, Selasa 13 Februari 2018.

KPU Sumut dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Fubernur Sumatera Utara, kemarin memutuskan JR Saragih tidak memenuhi persyaratan sebagai calon gubenur. KPU Sumut mencoret JR Saragih berdasarkan hasil penelitian  dokumen atau berkas persyaratan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara 2018-2023 yang telah diperbaiki.

Berkas pencalonan JR Saragih yang dinyatakan tidak lengkap adalah fotokopi ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang karena sekolah tempat JR Saragih sudah tutup.

Sesuai data yang disampaikan KPU, JR Saragih memiliki ijazah SMA swasta Iklas Prasasti Kemayoran Jakarta Pusat, bernama Jopinus Saragih G , bernomor ijazah 01 OC oh 0373795. Ia tamat pada Tanggal 26 Mei 1990. Ijazah tersebut ditandatangani oleh Kepala Sekolah atas nama Drs.S Soeryatmodjo.

Sesuai dengan surat Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Nomor  1454/1.851.623 Tanggal 22 Januari 2018 pada poin empat yang disampaikan ke KPU Sumut, disebutkan, Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah melegalisir atau mengesahkan ijazah atau STTB SMA Nomor  01 OC Oh 0373795. Tahun 1990 atas nama Jopinus Ramli Saragih.

Karena persayaratan yang harus dilengkapi JR Saragih tidak dilengkapi hingga akhir waktu perbaikan yang diberikan 20 Januari 2018, maka KPU Sumut, kata Benget menyatakan berkas JR Saragih sebagai calon gubernur tidak memenuhi syarat.

Ance mengatakan, JR Saragih akan menempuh upaya hukum lain selain menggugat ke Basawlu.

“Bisa saja nanti kami gugat ke Peradilan Tata Usaha Negara.” tutur Ance

Namun gugatan ke PTUN belum diputuskan. “Kalau gugatan ke PTUN hasilnya kan lama. Saya tidak bisa membayangkan akibat gugatan ke PTUN pelaksanaan Pilkada Sumut jadi tertunda. Saya tidak ingin Pilkada tertunda,” tutur Ance.

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, JR Saragih boleh mendaftarkan gugutan beserta permohonan sengketa ke Bawaslu selama tiga hari kerja terhitung sejak Pleno KPU Sumut dibacakan kemarin.

“Sampai hari ini JR Saragih maupun kuasa hukumnya belum mendaftarkan gugatan. Bawaslu menunggu hingga besok Pukul 16.00 WIB,” kata Syafrida.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR