Jumlah Anggota KPPS yang Meninggal Dan Mortality Rate (2)

Banyak kritik terhadap tulisan saya sebelumnya mengenai meninggalnya anggota anggota KPPS yang saya perbandingkan dengan Mortality Rate di Indonesia, melalui aplikasi WhatsApp (WA). Kritik yang paling banyak muncul adalah, saya dianggap tidak empati terhadap korban, dengan menganggap 544 orang yang meninggal itu, sebagai jumlah yang sedikit.

Ada yang memaksakan kehendak, dengan menyatakan bahwa meninggalnya anggota KPPS itu, pasti terkait langsung dengan pelaksanaan tugas mereka dalam proses pencoblosan dan perhitungan suara Pemilu di TPS. Dan ada pula yang menyatakan bahwa meninggalnya anggota KPPS tidak “Apple to Apple” untuk diperbandingkan dengan Mortality Rate.

Kepada mereka yang sangat yakin bahwa meninggalnya anggota KPPS itu akibat dari pelaksanaan tugas yang mereka lakukan, saya ingin menjawabnya dengan sebuah pertanyaan: Mengapa anda yakin kalau meninggalnya anggota KPPS tersebut akibat dari penugasan yang mereka kerjakan? Karena tidak ada bukti yang menunjukan hal tersebut.

Memang apa yang mereka kerjakan di TPS (proses pencoblosan dan perhitungan suara), membuat mereka lelah. Tetapi kelelahan yang mereka alami bukan penyebab meninggalnya mereka.

Jumlah anggota KPPS secara nasional 5.6 juta orang (ternyata banyak orang yang tidak menyadari jumlah tersebut). Jika ada diantara kita yang yakin bahwa 544 orang anggota KPPS itu meninggal akibat penugasannya dalam proses pemilu, mengapa 5.599.456 anggota lainnya tidak meninggal ?

Tidak ada soal empati atau tidak empati apalagi mengkecil-kecilkan jumlah, ketika saya memperbandingkan jumlah anggota KPPS yang meninggal dengan Mortality Rate di Indonesia. Saya gunakan Mortality Rate sebagai pembanding untuk melihat apakah secara kuantitatif itu fenomena biasa atau memang luar biasa. Selain itu saya ingin mengajak kita semua, melihat segala sesuatunya dengan proporsional, hati-hati dan masuk akal.

Saya anggap petugas KPPS yang jumlahnya 5.6 juta orang tadi, sebagai sebuah cluster populasi. Lalu saya hitung Mortality Rate berdasarkan jumlah anggota KPPS yang meninggal, lalu saya bandingkan dengan Mortality Rate secara nasional.

Jika memang mau lebih detail lagi agar lebih “Apple to Apple”, bisa kita uraikan Mortality Rate nasional tadi berdasarkan rentang usia, yang mirip dengan rentang usia petugas KKPPS. Saya perkirakan rentang usia mereka antara 30-50 tahun (mereka yang sudah mengalami Pemilu di periode sebelumnya dan aktif di lingkungan tempat tinggal mereka).

Sayangnya saya tidak memiliki data detail tersebut. Kalau ada teman-teman yang memiliki data tersebut, silahkan dibandingkan dengan Mortality Rate anggota KPPS, dan saling berbagi informasi.

teddy_wibisana_2

Penulis Teddy Wibisana, Anggota Dewan Penasehat Almisbat, aktivis dan pemerhati sosial dan politikĀ 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR