Jurnalis Metro TV Mojokerto Melaporkan Tindakan Intimidasi ke Polisi

Kontributor Metro TV di Polresta Mojokerto

Intimidasi terhadap jurnalis terjadi di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Kali ini seorang jurnalis Metro TV di Mojokerto, Tamam Mubarok, merasa terancam dalam menjalankan tugas junalistiknya. Ia terpaksa harus melaporkan seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) AW ke Polresta Mojokerto.

Kepada petugas SPKT Polresta Mojokerto, Tamam menjelaskan kronologi ancaman yang dilakukan aktivis LSM tersebut. Menurut Tamam, ancaman tersebut terkait pemberitaan operasi tangkap tangan (OTT) kepala dinas dan anggota DPRD Kota Mojokerto pada Sabtu, 17 Juni 2017. Ia dibuat tidak nyaman oleh AW.

“Kronologinya itu,  pada hari Sabtu kemarin, saya live by phone ke Metro TV, sesaat ada OTT KPK yang menangkap pejabat DPRD Kota Mojokerto dan seorang Kepala Dinas PUPR di lingkungan Kota Mojokerto,” ungkap Tamam dihadapan petugas,  Senin, (19/6/2017).

Di depan petugas Tamam juga menyampaikan, arogansi AW dilakukan pada Senin siang, saat dirinya ditemui AW di belakang GOR Majapahit, Kota Mojokerto. Kata Tamam, AW bernada tinggi saat di depannya mengungkapkan kalimat ancaman dan kekesalan. Akibat ulah ini, tentu saja membuat dirinya terancam.

“Ia mengatakan kepada saya, akan menghabisi dengan cara dibacok. Jika tekadnya itu tidak dicegah oleh salah satu kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang saya sebutkan dalam pemberitaan, dia akan menghabisi saya, “ ungkap Tamam.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Mojokerto, kejadian itu banyak orang melihat. Karena peristiwanya terjadi di area publik yaitu kantin GOR dan Seni Majapahit.

“Saya pisah (melarai) mereka ketika suara mereka terdengar meninggi. Saya bahkan diminta tidak ikut-ikut karena dianggap bukan urusannya,” terang Ika Nurullah yang juga reporter TV One.

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Haryono mengatakan, Sat Reskrim bakal melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.

“Ini ada rekan pers yang mengadu kepada kami, ia mengaku telah diintimidasi oleh seseorang. Jadi kami akan lakukan penyelidikan dulu untuk menentukan tidakan,” kata AKP Haryono.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR