Jusuf Kalla : Jangan Mengadu Domba Umat Dengan Berpolitik Di Masjid

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat acara Buka Puasa Bersama di Istana Wakil Presiden pada Jumat 25/5/2018) lalu.

Maraknya seruan dan kegiatan berpolitik di Masjid jelang Pemilu 2019, menjadi sorotan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla. Pria yang juga Wakil Presiden RI tersebut mengimbau agar masjid tidak dijadikan ajang adu politik bahkan membuat pro kontra umat.

“Masjid merupakan rumah Allah yang di dalamnya penuh dengan kerahmatan, tidak baik masjid digunakan untuk mengadu domba umat melalui seruan-seruan politik praktis,” ujar Kalla dalam pertemuan dengan Dewan Masjid Indonesia di Jambi, Sabtu (4/8/2018).

Kalla menjelaskan, zaman Rasulullah sallahu alaihi wasalam, masjid memang dijadikan pusat kegiatan baik ekonomi, sosial, maupun pemerintahan. Tetapi, Kalla menegaskan, bahwa Rasulullah tidak pernah memberikan contoh perdebatan politik di dalam Masjid.

“Dulu zaman Rasulullah memang semua dimulai dan dibicarakan dalam Masjid termasuk Politik. Tapi yang dibicarakan adalah strategi negara dan bukan pembicaraan politik yang berpotensi menimbulkan perdebatan umat,” lanjut Kalla.

Selain itu menurut Kalla, saat berada didalam Masjid, umat islam adalah satu. Sehingga lanjut Kalla, sebagai sesama umat muslim baiknya tidak saling berpihak jika berada di masjid, karena pada saat tersebut semua umat islam sama derajatnya di hadapan Allah.

Disamping itu, Kalla menilai bahwa Masjid harunya menjadi basis persatuan atau pengayom. Ia pun menegaskan bahwa seruanya agar tidak menjadikan Masjid sebagai ajang berpolitik praktis bukan berarti dia tak setuju umat islam berpolitik. Menurutnya, silahkan saja umat islam berpolitik tapi jika didalam Masjid tetaplah menjadi menjadi umat yang satu.

“Jadikan Masjid sebagai pengayom. Berbicara tentang pemerintahan silahkan tapi jangan sampai yang menjurus pada pro kontra. Kalau sudah pro kontra, silahkan membicarakanya diluar Masjid,” tandasnya.

Selain itu, Kalla mengimbau, kegiatan di masjid harus lebih mempunyai program yang membangun ekonomi umat. Ia menilai, sistem ekonomi umat yang ada di masjid selain lebih menimbulkan rahmat, tidak ada unsur curiga dan semua ikhlas dalam berkegiatan di masjid. Kalla juga sepakat apabila Masjid bisa menjadi pusat pendidikan. Karena dengan adanya PAUD dan TPA, menurut Kalla, Masjid bisa menjadi basis pendidikan anak sedari dini untuk mempertebal iman.

“Masjid yang baik juga yang lancar dan ramai ibadahnya. TPA-nya, PAUD-nya. Kalau banyak kegiatan di masjid, masjidnya jadi makmur dan menjadi basis pendidikan anak untuk mempertebal imanp,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR