KADIN Nunukan: Kenaikan Dolar Tak Berpengaruh Pada Pelaku UMKM Berbahan Baku Lokal

Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor saat diwawancara mengenai Kondisi UMKM berkaitan dengan kenaikan dolar terhadap rupiah. (Indeksberita)

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Nunukan menepis anggapan bahwa kenaikan nilai tukar Dolar akan serta merta mematikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kenaikan Dolar baru akan dirasakan ketika masyarakat mengkonsumsi bahan atau produk dari luar negeri.

“Selagi kita menggunakan bahan baku dari dalam negeri, tentunya tak perlu takut dengan kenaikan Dolar,” ujar Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor di Kantornya, Senin (17/9/2018).

Bahkan menurut pria yang akrab dipanggil Ichank tersebut, kenaikan Dolar secara bisnis justru akan menguntungkan para pelaku UMKM di Nunukan lantaran produk-produk UMKM dibawah binaanya sudah mulai merambah pasaran internasional.

“Dalam ajang Wonderfull Indonesia di Tawau beberapa waktu lalu, produk-produk UMKM kita sangat diminati. Bahkan pesanan-pesanan juga berdatangan. Ini tentu saja sangat menguntungkan dengan kurs Dolar saat ini,” papar Icank

Diketahui, pada 6 hingga 10 September 2018 lalu, Konsulat RI di Tawau memfasilitasi produk-produk kuliner Indonesia khusunya produk dari Nunukan, Kalimantan Utara yang merupakan wilayah Perbatasan RI-Malaysia untuk tampil di ajang bergengsi tahunan tersebut. Diketahui pula, hampir semua produk UMKM Nunukan banjir peminat dan termasuk produk favorit.

Keteranan foto: Penasehat KADIN Nunukan Aidi Hendrik
Keteranan foto: Penasehat KADIN Nunukan Aidi Hendrik

Untuk itu KADIN Nunukan menegaskan bawa seharusnya kenaikan Dolar disikapi dengan pesimis dan bukan malah memperlemah semangat karena terdoktrin kenaikan Dolar akan mematikan para pelaku usaha kecil.

“Kami ingin mengubah mindset rakyat Indonesia khusunya masyarakat Perbatasan yang ahir-ahir ini terjerumus pada pemikiran yang salah. Kenaikan Dolar memang berpengaruh, tapi itu untuk konsumen produk impor. Kalau kita menggunakan bahan baku lokal, apalagi sampai mampu lakukan ekspor, tentu kenaikan Dolar justru menjadi celah yang sangat baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Penasehat KADIN Nunukan Aidi Hendrik menilai kenaikan Dolar kali ini tidak sama dengan kenaikan Dolar pada 1998 yang mana pada masa itu efek krisisnya hinga ke masyarakat. Mewaspadai sebagai sikap antisipasi menurut Hendrik sah dan lumrah. Namun ia meminta agar hal tersebut dijadikan sarana memperlemah semangat para pelaku usaha menengah kebawah.

“Jika memamg peduli pada nasib bangsa ini,mari kita tumbuhkan optimisme dan jangan sekali-kali meracuni fikiran masyarakat dengan ketakutan yang tak beralasan. Jika ingin bukti bahwa para pelaku UMKM aman-aman saja dengan kenaikan Dolar sepanjang mereka menggunakan bahan baku lokal,datang ke Nunukan dan lihat UMKM didalam naunngan kami,” tandasnya.

Hendrik berkeyakinan bahwa Pemerintah sudah tanggap dan akan segera bersikap jika kenaikan Dolar sudah mengancam perekonomian nasional. Dan ia menegaskan bahwa KADIN Nunukan sesuai kapasitasnya akan mengantisipasi kenaikan Dolar dengan memperkuat basis-basis ekonomi kerakyatan.

“Kami akan berupaya agar produk-produk UMKM kita menguasai pasar internasional minimal di Sabah – Malaysia. Selain sebagai solusi penguatan basis ekononi kerakyatan, ini juga sebagai cara memperkuat Nawacita. Karena membangun dari Pinggiran itu buka hanya untuk sektor insfratruktur saja melainkan juga membangun perekonomian yang mandiri, berdaulat dan berkepribadian,” tutup Hendrik

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR