KADIN Nunukan Lakukan Terobosan, Memasarkan Produk UMKM Ke Sabah

Ketua KADIN Kabupaten Nunukan Irsan Humokor (Edy Santry)

Menanggapi geliat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di perbatasan terutama di Kabupaten Nunukan yang sangat potensial dalam menunjang perekonomian warga perbatasan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nunukan terus membuat langkah terobosan diantaranya dengan memasarkan produk UMKM ke Sabah.

“Ketika pelaku UMKM kita mampu berdaya saing dan ketika hal itu memang mampu menjadi komoditi andalan di Perbatasan yang menembus pasar Malaysia, kenapa tidak kita lakukan?” ujar Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor kepada awak media, Senin (25/6/2018) malam di Nunukan.

Pria yang juga akrab dipanggil Ichank itu mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 30 produk UMKM di Kabupaten Nunukan yang berpotensi menembus pasar internasional. Namun karena terkendala pada modal sehingga kuota produksi masih jauh dari target permintaan pasar.

Sebagai contoh Ichank menuturkan, salah satu produk unggulan UMKM di Nunukan yakni Krispi Rumput Laut milik pelaku usaha Dapur Karima setiap harinya hanya mampu memproduksi 3.000 dari permintaan pasar di Sabah yang mencapai 100.000 bungkus dalam setiap pekanya. Yang tentu saja menurut Ichank sangat tak sesuai dengan biaya pengiriman.

“Solusinya adalah pemerintah seharusnya tanggap dengan potensi yang ada ini dengan cara menyuntikan modal kepada para pelaku UMKM agar produk mereka dapat sesuai target permintaan pasar,” tandasnya.

Tak hanya kuliner lanjut Ichank, banyak jenis yang dapat dikembangkan oleh para pelalu UMKM di Nunukan yang akan mampu menembus pasar Internasional. Berbagai souvenir khas perbatasan menurutnya juga sangat diminati oleh para penyuka souvenir di Sabah. Apalagi menurut Ichank, Chief Minister Sabah sudah memberi respon posistif dengan berbagai produk UMKM di Nunukan.

Krispi Rumput Laut, salah satu produk unggulan UMKM di Nunukan. KADIN memasarkan produk UMKM ke Sabah. Foto Eddy Santry
Krispi Rumput Laut, salah satu produk unggulan UMKM di Nunukan. KADIN memasarkan produk UMKM ke Sabah. Foto Eddy Santry

“Chief Minister Sabah sudah menyatakan kesiapanya untuk bekerjasama dibidang perniagaan dengan kita. Maka sekarang tergantung kita, siap ngga dengan tawaran positif tersebut,” katanya.

Terpisah, aktivis Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Kabupaten Nunukan Taufiq Johan mendukung upaya KADIN Nunukan dalam memasarkan produk-produk UMKM di Nunukan ke Sabah.Karena menurutnya hal itu akan membawa dampak positif untuk para pelaku usaha dan masyarakat pernatasan pada umumnya.

Menurut Taufiq, selama ini perputaran uang hanya berjibaku di Pulau Nunukan saja. Dengan terobosan KADIN Nunukan tersebut, ia yakin bahwa akan banyak uang yang masuk ke Nunukan dan tentu saja menurutnya geliat ekonomi perbatasan akan terangkat.

“Kita jangan bicara pada investor dulu. Yang kita utamakan adalah pelaku usaha dari pihak kita sendiri. Memamg agenda prioritas Pemerintah adalah Nawacita. Tapi konsep awal itu kan Trisakti. Ketika bangsa kita sendiri mampu untuk Mandiri dalam ekonomi, tentu merupakan sebuah keberhasilan,” ujarnya.

Senada dengan KADIN Nunukan, Taufiq juga meminta agar Pemerintah lebih berperan aktif dalam membantu terutama dalam suntikan modal untuk para pelaku usaha kecil dan menengah tersebut. Ia menegaskan bahwa salah satu penyangga ekonomi negara adalah UMKM. Jika kesempatan sudah terbuka, maka menurutnya tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah untuk tidak memvasilitasi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Dengan menyuntikan modal dan mempermudah perizinan serta proses ekspor produksi UMKM, maka ekonomi perbatasan yang selama ini terkesan lesu akan terangkat. Dan ketika ekonomi warga perbatasan ini maju, pasti Nawacita juga akan sukses,” pungkas aktivis dibawah payung relawan yang terkenal dekat dengan Presiden Joko Widodo tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR